CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.561   32,00   0,18%
  • IDX 6.598   -79,92   -1,20%
  • KOMPAS100 868   -9,16   -1,04%
  • LQ45 656   -7,82   -1,18%
  • ISSI 231   -3,06   -1,31%
  • IDX30 365   -4,60   -1,24%
  • IDXHIDIV20 453   -4,05   -0,89%
  • IDX80 99   -0,98   -0,98%
  • IDXV30 126   -0,78   -0,61%
  • IDXQ30 117   -1,36   -1,15%

Harga Emas Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Data Inflasi AS


Kamis, 10 September 2026 / 14:52 WIB
Harga Emas Menguat Seiring Pelemahan Dolar AS, Pasar Menanti Data Inflasi AS
ILUSTRASI. Harga emas spot menguat 0,5% menjadi US$ 4.423,81 per ons troi, seiring dengan pelemahan dolar AS di pasar Asia  hari ini (10/9/2026) (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas naik pada hari ini, dibantu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), sementara pelaku pasar menunggu data inflasi AS penting yang dapat membentuk arah suku bunga Federal Reserve.

Kamis (10/9/2026) pukul 14.15 WIB, harga emas spot menguat 0,5% menjadi US$ 4.423,81 per ons troi. Sejalan, harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2026 naik 0,2% ke US$ 4.467,9 per ons troi.

"Untuk saat ini, perkembangan geopolitik di Teluk Persia kurang penting dibandingkan emas. Emas justru didorong oleh dolar yang lebih lemah, yang secara signifikan tidak naik meskipun suku bunga AS naik," kata analis Marex, Edward Meir.

Dolar AS tetap lemah, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Apple Serbu Pasar HP Lipat, Samsung Mulai Pasang Strategi Perlawanan

Data indeks harga produsen AS akan dirilis pukul 12.30 GMT, dan angka inflasi konsumen dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat.

Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan 15-16 September dan untuk sisa tahun ini, sekali lagi menentang ekspektasi pasar untuk serangkaian kenaikan, menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Alat CME FedWatch menunjukkan pasar memperkirakan "peluang 60% kenaikan suku bunga AS bulan ini. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membuat aset non-imbal hasil kurang menarik bagi investor."

Emas didukung "karena tekanan fiskal AS terus melemahkan kepercayaan pada nilai jangka panjang utang pemerintah dan mata uang yang digunakan untuk membiayainya," kata Daniel Hynes, ahli strategi komoditas senior di ANZ, dalam sebuah catatan.

Bulan lalu, total utang AS mencapai lebih dari $40 triliun untuk pertama kalinya, memicu peringatan baru bahwa krisis fiskal sedang terjadi.

Di bidang geopolitik, Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran, dalam gelombang serangan terbesar terhadap pelayaran oleh kedua belah pihak sejak dimulainya perang yang telah berlangsung selama enam bulan.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 0,4% menjadi US$ 67,52 per ons, platinum turun 0,8% menjadi US$ 1.881,56 dan paladium tetap stabil di US$ 1.353,55.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×