Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik pada hari ini karena data inflasi Amerika Serikat (AS) baru-baru ini membebani dolar AS dan menyebabkan pasar sedikit mengurangi taruhan kenaikan suku bunga.
Namun, harga emas masih berada di jalur untuk penurunan mingguan keempat berturut-turut, setelah merosot ke level terendah lebih dari tujuh bulan awal pekan ini.
Jumat (26/6/2026) pukul 16.45 WIB, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$ 4.051,97 per ons troi.
Sejalan, harga emas untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 naik 0,5% menjadi US$ 4.067,50 per ons troi.
Harga emas batangan turun di bawah angka US$ 4.000 pada hari Rabu (24/6/2026) untuk pertama kalinya sejak November, karena dolar AS naik ke level terkuatnya dalam lebih dari setahun pada hari yang sama.
Baca Juga: Iran Bersikeras Kuasai Selat Hormuz, Pasar Minyak Tetap Waspadai Risiko Baru
Logam mulia ini diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan sekitar 2,5%.
Emas diperdagangkan di dekat US$ 4.000 untuk sesi ketiga berturut-turut, dengan sentimen investor masih terguncang oleh aksi jual baru-baru ini karena pasar menyesuaikan diri dengan dua hambatan utama, yaitu kebijakan The Fed yang agresif dan dolar AS yang lebih kuat, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi baru-baru ini meskipun sedikit menurun setelah rilis indikator inflasi pilihan Fed pada hari Kamis yang menyebabkan pasar sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.
Pasar masih mengharapkan tiga kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini, dengan CME FedWatch menunjukkan sekitar 61% kemungkinan kenaikan pada bulan September, turun dari 69% sebelum data pengeluaran konsumsi pribadi AS.
"Meskipun penurunan teknis terus membebani sentimen, penurunan harga energi yang berkelanjutan dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah pada akhirnya dapat mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk memperketat kebijakan lebih lanjut, berpotensi memberikan dukungan pada logam mulia," tambah Hansen.
Di tempat lain, harga minyak mentah telah turun lebih dari 2% karena kekhawatiran pasokan mereda setelah keluarnya lebih banyak kapal tanker minyak yang terdampar melalui Selat Hormuz.
Baca Juga: Paris dan London Kepanasan, Rumah yang Dirancang Tahan Dingin Kini Jadi Oven
Penurunan berkelanjutan di bawah US$ 4.000 dapat membuat para pelaku pasar bearish menguji level support US$ 3.886, sementara "death cross" bearish dapat memperkuat momentum penurunan, membuat harga rentan terhadap kisaran US$ 3.600 hingga US$ 3.700 dalam beberapa bulan mendatang, kata Han Tan, kepala analis pasar di Bybit.
Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 0,8% menjadi US$ 58,33 per ons, platinum naik 1,3% menjadi US$ 1.622,30, dan paladium naik 2,5% menjadi US$ 1.213,76. Semua logam diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan.














