Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Sementara itu harga minyak melemah setelah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat–Iran, meski tetap tertekan oleh penguatan dolar AS dan sinyal kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve.
Harga emas spot tercatat naik 0,2% menjadi US$ 4.264,67 per ons pada pukul 16.13 WIB, setelah sebelumnya turun 1,7% pada sesi perdagangan Rabu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 2,2% ke level US$ 4.284,00.
Tekanan terhadap emas datang dari penguatan indeks dolar AS yang naik sekitar 0,5%, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Baca Juga: UEA Resmi Batasi Usia Pengguna Media Sosial Minimal 15 Tahun
Di sisi lain, harga minyak yang melemah setelah kesepakatan sementara AS–Iran turut memberi dukungan terbatas bagi emas, karena prospek pasokan energi global yang lebih longgar.
Analis pasar senior Bybit, Han Tan, menyebut rebound harga emas saat ini masih terbatas karena ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS.
“Pendekatan hawkish The Fed membuat emas spot memiliki bias lebih besar untuk kembali turun di bawah US$4.000 dibandingkan kembali ke level US$5.000 pada paruh kedua 2026,” ujar Han Tan.
Ia menambahkan bahwa meski ada dorongan dari kesepakatan damai sementara AS–Iran, ruang kenaikan emas masih terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya satu kali sebelum akhir tahun.
The Fed sendiri pada pertemuan Rabu mempertahankan suku bunga acuan, namun tetap memberikan sinyal potensi kenaikan di akhir tahun di tengah kekhawatiran inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Secara umum, emas cenderung kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Sementara itu, ANZ mencatat bahwa permintaan investasi emas masih lemah, tercermin dari arus keluar dari ETF dan posisi spekulatif yang lebih ringan. Namun, permintaan fisik terutama dari China serta pembelian oleh bank sentral masih menjadi penopang pasar.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Pasokan Minyak Global 93 Juta Barel Bisa Banjiri Pasar
Untuk logam mulia lainnya, perak spot naik 0,2% ke US$ 68,10 per ons, platinum turun 1,2% ke US$ 1.715,60, dan palladium melemah 1,9% ke US$ 1.288,07.













