kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Selat Hormuz Dibuka, Pasokan Minyak Global 93 Juta Barel Bisa Banjiri Pasar


Kamis, 18 Juni 2026 / 15:53 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Pasokan Minyak Global 93 Juta Barel Bisa Banjiri Pasar
ILUSTRASI. GLOBAL-OIL/EXPORTS (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pasar minyak mentah Timur Tengah berpotensi mengalami tekanan tambahan jika Selat Hormuz kembali dibuka pada Jumat (19/6/2026).  Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran dapat melepaskan jutaan barel minyak yang selama ini tertahan di kawasan Teluk ke pasar global, menurut para pelaku industri.

Para eksekutif industri mengatakan gelombang pasokan tersebut terjadi setelah negara-negara produsen Teluk meningkatkan ekspor melalui transfer kapal-ke-kapal di perairan lepas Uni Emirat Arab dan Oman sepanjang bulan ini, yang menekan harga spot minyak mentah Timur Tengah.

Analis Kpler, Muyu Xu, dalam catatan 17 Juni memperkirakan pembukaan kembali Selat Hormuz dapat melepaskan sekitar 93 juta barel minyak non-Iran yang selama ini tertahan di Teluk Persia. Sementara itu, sekitar 50 juta barel lainnya diperkirakan sudah lebih dulu dikirim ke pasar.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah US$80, Pasar Sambut Kembalinya Minyak Iran

Selain itu, pelonggaran sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Iran juga dapat melepaskan sekitar 72 juta barel minyak yang tertahan di kapal tanker di wilayah barat Chabahar, dengan potensi volume yang lebih besar jika Washington memberikan keringanan sanksi lebih luas, menurut Kpler.

Iran sendiri disebut telah meningkatkan persiapan ekspor minyak, dengan tiga kapal tanker mereka dilaporkan telah keluar dari Selat Hormuz pekan ini. Sebelum konflik meningkat pada 28 Februari, selat tersebut menangani sekitar seperlima dari perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.

Kesepakatan 14 poin untuk mengakhiri konflik dilaporkan telah ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sementara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kesepakatan tersebut sudah mulai berlaku.

Di sisi permintaan, sebagian besar pembeli Asia telah mengamankan pasokan minyak untuk pengiriman Juni hingga Agustus. Selain itu, beberapa kilang di China dijadwalkan melakukan pemeliharaan, yang menekan kebutuhan jangka pendek.

Konsultan Energy Aspects mencatat lebih dari 1,8 juta barel per hari kapasitas penyulingan di China akan berhenti sementara pada Juli, termasuk sekitar 1,2 juta barel dari perusahaan swasta. Produksi kilang China pada Mei juga dilaporkan turun ke level terendah dalam hampir empat tahun dan diperkirakan kembali melemah pada bulan ini sebelum pulih pada Juli.

Permintaan minyak China sendiri tetap terbatas di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik, meskipun harga minyak yang lebih rendah memperbaiki margin kilang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Lagi Kamis (18/6): Brent ke US$ 78,66 & WTI ke US$ 75,81

Sejumlah pedagang memperkirakan harga minyak mentah Timur Tengah akan semakin tertekan jika pasokan tambahan benar-benar masuk ke pasar, terutama karena beberapa produsen besar masih memiliki kargo yang belum terjual.

Seorang pejabat industri Korea Selatan menyebut profitabilitas kilang pada paruh kedua tahun ini diperkirakan tetap lemah, sehingga persaingan lebih banyak ditentukan oleh faktor ekonomi dibanding jenis minyak tertentu.

Di sisi lain, peningkatan pasokan minyak Timur Tengah diperkirakan akan mengurangi permintaan Asia terhadap minyak dari Amerika, sementara kilang di kawasan mulai menyesuaikan strategi pembelian mereka.

Para analis memperkirakan peningkatan impor minyak Timur Tengah oleh India dapat bertambah hingga 400.000–600.000 barel per hari hingga Agustus seiring penyesuaian kembali struktur pasokan.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×