Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas berada di jalur kenaikan bulanan pada hari Jumat setelah mencapai puncak lebih dari satu bulan di sesi sebelumnya, didukung oleh pelemahan dolar secara keseluruhan dan meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan September.
Mengutip Reuters, Jumat (29/8/2025), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 3.408,26 per ons troi, pada pukul 04.30 GMT, karena aksi ambil untung.
Harga emas batangan telah menguat 3,9% sepanjang bulan ini dan mencapai titik tertingginya di US$ 3.423,16 sejak 23 Juli pada hari Kamis.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,2% menjadi US$ 3.469 per ons troi.
Baca Juga: Harga Emas Mendekati Puncak Satu Bulan Jumat (29/8) Pagi, Didukung Pelemahan Dolar AS
Dolar diperkirakan akan mengalami penurunan bulanan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
"Logam mulia ini tetap menjadi pilihan populer bagi investor menjelang periode pelonggaran kebijakan moneter di AS yang diperkirakan akan dimulai bulan depan," kata kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada hari Kamis meningkatkan seruannya untuk memangkas biaya pinjaman jangka pendek AS, dengan mengatakan bahwa ia akan mendukung pemotongan suku bunga bulan depan dan pemotongan lebih lanjut selama tiga hingga enam bulan ke depan.
Para pedagang mengatakan ada peluang 86% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan The Fed bulan depan, menurut CME FedWatch Tool.
Baca Juga: Harga Emas Sentuh Puncak 5 Pekan Kamis (28/8), Terangkat Pelemahan Dolar AS
Investor kini menunggu rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) di AS, ukuran inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis hari ini, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah suku bunga The Fed.
"Jika kita melihat PCE inti stabil di 0,3% untuk bulan ini, ini akan menjaga semuanya tetap pada jalurnya terkait perkiraan penurunan suku bunga dari The Fed," kata Waterer.
Sementara itu, Gubernur The Fed Lisa Cook mengajukan gugatan pada hari Kamis dengan klaim bahwa Presiden AS Donald Trump tidak memiliki wewenang untuk memberhentikannya dari jabatannya.