kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Harga Emas Spot Menguat ke US$ 1.724,4 Per Ons Troi, Didukung Pelemahan Dolar AS


Selasa, 26 Juli 2022 / 10:52 WIB
Harga Emas Spot Menguat ke US$ 1.724,4 Per Ons Troi, Didukung Pelemahan Dolar AS
ILUSTRASI. Kilau emas kembali bersinar setelah dolar AS koreksi


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas spot menguat pada hari ini, setelah mendapat tenaga dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Tetapi emas masih terjebak dalam kisaran yang ketat karena investor menahan diri dari mengambil taruhan besar jelang kenaikan suku bunga AS yang agresif.

Selasa (26/70 pukul 10.30 WIB, harga emas spot naik 0,3% ke US$ 1.724,45 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka juga terkerek 0,3% menjadi US$ 1.723,60 per ons troi.

Keunggulan emas datang setelah dolar tergelincir untuk sesi keempat berturut-turut, turun 0,2% terhadap para pesaingnya, dan membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

"Kami tidak benar-benar melihat keyakinan arah yang luar biasa di sini. Sepertinya pasar yang paling penting menunggu pengumuman The Fed," kata Ilya Spivak, Currency Strategist di DailyFX.

"Namun, pasar selama dua minggu terakhir telah konsisten dengan kenaikan emas dan dolar melemah, menunjukkan mereka agak nyaman dengan prospek suku bunga yang mereka pikir akan pergi."

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Investor Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakannya pada hari Rabu (27/7). Kenaikan sebesar itu secara efektif akan menutup dukungan ekonomi era pandemi.

Ekspektasi di sekitar kenaikan suku bunga 100 bps melonjak setelah harga konsumen tahunan AS mengalami lonjakan paling tajam dalam lebih dari empat dekade pada bulan Juni.

Namun, para pedagang membatalkan taruhan tersebut setelah pembacaan ekonomi yang lemah baru-baru ini.

Sementara itu, European Central Bank (ECB) mungkin tidak akan selesai dengan kenaikan suku bunga besar setelah kenaikan setengah poin awal pekan lalu, kata gubernur bank sentral Latvia Martins Kazaks dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News.

Naiknya suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×