Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Iran mengatakan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) telah memberi gambaran mengenai keseriusan Washington dan menunjukkan adanya kesepahaman yang cukup untuk melanjutkan jalur diplomasi.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Dana Asing Kabur dari Bursa Asia! US$9,79 Miliar Lenyap dalam Seminggu
Diplomat Iran dan AS menggelar pertemuan tidak langsung melalui mediator Oman di Muscat pekan lalu.
Pembicaraan ini dilakukan sebagai upaya menghidupkan kembali diplomasi, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menempatkan armada angkatan laut di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan potensi aksi militer baru.
“Pertemuan di Muscat bukanlah pertemuan yang panjang. Dari sudut pandang kami, tujuan utamanya adalah untuk mengukur keseriusan pihak lain dan bagaimana jalur ini dapat dilanjutkan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
“Setelah pembicaraan tersebut, kami merasa terdapat pemahaman dan konsensus yang cukup untuk melanjutkan proses diplomasi,” tambahnya.
Baghaei juga menjelaskan bahwa kunjungan Ali Larijani penasihat Pemimpin Tertinggi Iran ke Oman pada Selasa telah direncanakan sebelumnya sebagai bagian dari konsultasi regional lanjutan.
Baca Juga: Harga Tembaga Shanghai Bergerak Datar, Stok Naik dan Permintaan Lemah Jelang Imlek
Setelah itu, Larijani dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Qatar.
Terkait rencana kunjungan Perdana Menteri Israel ke Washington pada Rabu, Baghaei menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya bertindak secara independen dari tekanan pihak asing.
“Amerika Serikat harus bertindak terlepas dari tekanan eksternal, khususnya tekanan Israel yang mengabaikan kepentingan kawasan, bahkan kepentingan Amerika Serikat sendiri,” ujarnya.













