Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas turun pada hari ini setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat pada hari Jumat (4/9/2026) meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve di bulan ini. Sementara, investor menunggu data inflasi penting untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter.
Senin (7/9/2026) pukul 20.15 WIB, harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 4.394,12 per ons troi. Harga emas kontrak pengiriman Desember 2026 turun 0,8% menjadi US$ 4.439,40 per ons troi, dengan volume perdagangan rendah karena libur di AS.
"Emas dan perak bergerak berlawanan arah dengan harga energi, memperpanjang penurunan mereka setelah laporan pekerjaan AS yang kuat pada hari Jumat mengangkat imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada 16 September," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Baca Juga: Uni Eropa Gelontorkan €200 Juta untuk Perkuat Kemitraan dengan Greenland
"Pada sesi hari ini, emas dua kali menemukan minat beli di bawah US$ 4.400, jauh di depan support kunci sekitar US$ 4.320, sementara resistensi terus muncul di atas US$ 4.500."
Data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada bulan Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%.
Para pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 60% pada pertemuan kebijakan bank sentral pekan depan, menurut CME FedWatch Tool, dibandingkan dengan probabilitas 50% sebelum data lapangan kerja dirilis pada hari Jumat.
Data indeks harga produsen AS akan dirilis pada hari Kamis dan data indeks harga konsumen dijadwalkan pada hari berikutnya.
Kekhawatiran inflasi tetap tinggi karena serangkaian pemogokan di sektor pelayaran pada akhir pekan mendorong harga minyak naik, sementara Iran mengatakan akan mengumumkan zona pembatasan baru di Teluk dalam beberapa hari mendatang, bersamaan dengan peta koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Meskipun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil bagi investor.
Baca Juga: Harga Tembaga Hampir Cetak Rekor Senin (7/9), Stok China Anjlok 85%
Namun, Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat mengatakan bahwa kecuali The Fed memangkas suku bunga, sesuatu yang telah ia tuntut sebelumnya, ia akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang memiliki defisit perdagangan dengan Amerika Serikat.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 65,64 per ons troi, harga platinum turun 0,4% ke US$ 1.813,31 dan harga paladium naik 0,2% menjadi US$ 1.389,03.














