kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.925   -32,00   -0,19%
  • IDX 9.067   57,15   0,63%
  • KOMPAS100 1.251   13,24   1,07%
  • LQ45 883   11,59   1,33%
  • ISSI 333   3,66   1,11%
  • IDX30 450   4,80   1,08%
  • IDXHIDIV20 530   8,25   1,58%
  • IDX80 139   1,60   1,16%
  • IDXV30 147   2,72   1,88%
  • IDXQ30 144   2,00   1,40%

Harga Emas Terkoreksi ke US$ 4.799 Kamis (22/1), Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif UE


Kamis, 22 Januari 2026 / 09:59 WIB
Harga Emas Terkoreksi ke US$ 4.799 Kamis (22/1), Usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif UE
ILUSTRASI. Harga emas (Sven Hoppe/DPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga logam mulia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (22/1/2026), seiring meredanya ketegangan geopolitik global dan berkurangnya permintaan aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunakkan sikapnya terkait ancaman tarif terhadap Uni Eropa dan rencana penguasaan Greenland.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,8% ke level US$ 4.799,79 per ons troi pada pukul 01.36 GMT, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.887,82 per ons troi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melemah 0,6% ke US$ 4.806,60 per ons troi.

Baca Juga: TikTok Selamat dari Penutupan di Kanada, Setidaknya untuk Saat Ini

Penurunan harga emas terjadi setelah Trump secara tiba-tiba menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif sebagai alat tekanan dalam upaya menguasai Greenland.

Trump juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer dan mengisyaratkan adanya kesepakatan untuk mengakhiri sengketa terkait wilayah otonomi Denmark tersebut, yang sebelumnya dikhawatirkan memicu keretakan serius hubungan transatlantik.

Di sisi lain, dolar AS menguat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Bursa saham Wall Street juga menguat menyusul pernyataan Trump tersebut.

Penguatan dolar membuat harga logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan permintaan.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Bursa Saham Menguat Usai Trump Lunakkan Ancaman soal Greenland

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan hukum di Amerika Serikat. Para hakim Mahkamah Agung AS mengisyaratkan sikap skeptis terhadap upaya Presiden Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, sebuah langkah yang dinilai berpotensi mengancam independensi bank sentral.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) bulan November, yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed, serta data klaim pengangguran mingguan AS yang akan dirilis kemudian hari ini. Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.

Secara luas, Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada rapat 27–28 Januari mendatang, meskipun Trump kembali mendorong pemangkasan suku bunga.

Baca Juga: Pengangguran Australia Anjlok, Pasar Mulai Bertaruh Suku Bunga Naik

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas umumnya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak turun. Perak spot melemah 0,9% ke US$ 92,38 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$ 95,87 pada Selasa.

Platinum turun 2,7% ke US$ 2.415,60 per ons troi setelah mencetak rekor US$ 2.511,80 sehari sebelumnya, sementara palladium terkoreksi 1% ke US$ 1.821,50 per ons.

Selanjutnya: Danantara Bersiap Lelang Proyek Listrik Sampah Tahap 2: Sasar 6 Kota

Menarik Dibaca: Jangan Lewatkan Promo Spesial J.CO Grand Indonesia Gratis 1/2 Lusin Donut




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×