kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Harga Emas Turun di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah


Rabu, 08 Juli 2026 / 05:32 WIB
Harga Emas Turun di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) karena investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak, sekaligus menanti risalah rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), sebagai petunjuk arah suku bunga.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.144,36 per ons troi pada pukul 14.00 waktu setempat (1800 GMT). Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 0,3% ke level US$ 4.157,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 5% Selasa (7/7), Brent ke US$ 74,16

Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, perhatian The Fed masih tertuju pada upaya menekan inflasi.

"Saya pikir pasar mulai menyadari bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama masih menjadi jalur yang paling mungkin ditempuh," ujar Grant.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September.

Fokus investor kini beralih ke risalah rapat The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu setempat untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter.

Baca Juga: Trump Kembali Klaim Greenland Harus Dikuasai AS, Bukan Denmark

Di Timur Tengah, dua kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz. Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan damai selama Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ancaman untuk kembali memulai perang.

Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik dan memicu kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat memperkuat tekanan inflasi.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) cenderung kehilangan daya tarik dibandingkan instrumen investasi berbunga.

Di sisi lain, bank sentral China kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-20 secara berturut-turut. Hingga akhir Juni, cadangan emas negara tersebut mencapai 75,44 juta troy ons murni, naik dari 74,96 juta troy ons pada akhir Mei.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ribuan Masih Mengungsi

Selain itu, Hong Kong pada Selasa meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas dan kembali mengaktifkan perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai pusat cadangan emas regional.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,7% menjadi US$ 61,00 per ons troi. Sementara itu, platinum naik 1,2% ke US$ 1.651,25 per ons troi dan paladium menguat 0,9% menjadi US$ 1.279,69 per ons troi.




TERBARU

[X]
×