kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ribuan Masih Mengungsi


Selasa, 07 Juli 2026 / 18:51 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ribuan Masih Mengungsi
ILUSTRASI. Jumlah korban tewas gempa Venezuela terus melonjak, mencapai 3.535 orang. (REUTERS/Handout)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumlah korban tewas akibat gempa bumi ganda yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin (6/7), otoritas setempat melaporkan korban meninggal mencapai 3.535 orang, sementara hampir 18.000 warga masih kehilangan tempat tinggal lebih dari sepekan setelah bencana melanda ibu kota Caracas dan wilayah pesisir di sekitarnya.

Ketua parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan data resmi terbaru menunjukkan sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, sedangkan 17.854 orang kehilangan tempat tinggal setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara tersebut pada 24 Juni. Kedua gempa terjadi hanya dalam hitungan detik.

Lonjakan jumlah korban ini semakin menegaskan besarnya dampak bencana di Caracas dan La Guaira, kawasan pesisir yang mengalami kerusakan paling parah. Di saat yang sama, kritik terhadap respons pemerintah Venezuela terus meningkat.

Wakil Presiden Bidang Sosial Venezuela menyebutkan sedikitnya 12.800 orang saat ini masih tinggal di 80 lokasi pengungsian yang tersebar di Caracas dan La Guaira.

Risiko Penyakit Meningkat di Pengungsian

Penasihat Pusat Operasi Darurat Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) di Washington, Dr. Mauricio Cerpa Calderon, mengingatkan bahwa kondisi di tempat penampungan sementara berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga: Eks Sekjen Peringatkan Inggris Berisiko Hadapi Tekanan di KTT NATO

"Peristiwa yang umumnya terjadi setelah gempa bumi adalah pendirian tempat penampungan atau kamp sementara. Risiko kesehatan yang muncul berkaitan dengan kepadatan penghuni, ventilasi yang terbatas, terganggunya akses terhadap air minum yang aman, persoalan air bersih dan sanitasi, serta penanganan makanan dan limbah yang tidak memadai," ujar Cerpa kepada Reuters.

Menurut Cerpa, prioritas penanganan saat ini adalah mengantisipasi berbagai penyakit yang berpotensi muncul.

"Prioritas utama saat ini meliputi penanganan infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kulit, infeksi luka, demam berdarah dengue, serta penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin seperti tetanus, campak, rubella, difteri, pertusis, dan polio," katanya.

Pemerintah Venezuela Dibanjiri Kritik

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, membela langkah pemerintah dalam menangani bencana di tengah meningkatnya kekecewaan masyarakat yang menilai respons pemerintah terlambat dan tidak memadai.

Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional, termasuk International Rescue Committee, juga melontarkan kritik terhadap penanganan pemerintah.

Rodriguez menegaskan pasukan keamanan telah dikerahkan segera setelah gempa terjadi. Pemerintah juga mengumumkan pembentukan satuan militer baru yang akan bertugas menangani keadaan darurat dan bencana pada masa mendatang.

Pemakaman Massal Korban Gempa

Di La Guaira pada Senin, wartawan Reuters menyaksikan truk dan petugas forensik mengangkut peti jenazah menuju lokasi pemakaman. Alat berat juga terlihat menggali parit di lahan terbuka yang dipenuhi tanda salib putih, tempat otoritas memakamkan para korban gempa.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan Reuters.

Foto-foto yang dipublikasikan surat kabar Spanyol El Pais memperlihatkan sebagian makam diberi penanda nama korban, sementara lainnya hanya diberi nomor.

Baca Juga: Harga Jagung dan Kedelai Menguat, Cuaca Ekstrem dan Permintaan China Jadi Penopang

PAHO dan WHO Kirim Bantuan Penanganan Jenazah

Untuk membantu menangani lonjakan jumlah korban meninggal, Cerpa mengatakan PAHO bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendukung proses penanganan jenazah dengan menyediakan pedoman teknis, kantong jenazah, tiga kontainer berpendingin di Pelabuhan La Guaira, serta dua fasilitas krematorium di lokasi lain.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan terus meningkatkan operasi bantuan kemanusiaan dengan berkoordinasi bersama pemerintah Venezuela.

"Sejumlah tim pencarian dan penyelamatan masih dikerahkan di wilayah terdampak, sementara tim teknik khusus dan dukungan medis lainnya terus berdatangan," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan pada Senin.

Sementara itu, otoritas kesehatan nasional Venezuela tengah mengevaluasi pelaksanaan program vaksinasi terarah di lokasi pengungsian. Program tersebut akan disesuaikan dengan tingkat risiko, ketersediaan vaksin, serta pedoman kesehatan nasional guna mencegah munculnya wabah penyakit di tengah para penyintas gempa.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×