kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Harga Kedelai Dunia Dekati Level Terendah 1 Bulan, Ini Penyebabnya


Kamis, 11 September 2025 / 08:45 WIB
Harga Kedelai Dunia Dekati Level Terendah 1 Bulan, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Pekerja menunjukan butiran kedelai impor asal Amerika Serikat di toko kedelai, Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (7/1). Menurut Gabungan Pengusaha Tahu dan Tempe indonesia pengrajin tahun dan tempe membutuhkan 1,8juta ton kedelai sepanjang tahun ini. Kebutuhan ini akan banyak dipenuhi oleh kedelai impor ketimbang kedelai lokal hal ini disebabkan produksi kedelai nasional masih rendah ditambah lagi dengan datangnya musim hujan yang menyebabkan produksi kedelai lokal belum bisa maksimal. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/07/01/2015


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga kedelai di bursa Chicago kembali melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada Kamis (11/9/2025).

Tekanan datang dari aksi ambil posisi jelang laporan pasokan dan permintaan global U.S. Department of Agriculture (USDA), serta minimnya permintaan dari China.

Sementara itu, harga jagung dan gandum menguat tipis setelah dua sesi penurunan.

Baca Juga: Petani Kedelai Amerika Terjepit Krisis Akibat Hilangnya Pasar China

Melansir Reuters, kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,07% ke level US$ 10,24-4/8 per bushel pada pukul 01.01 GMT, mendekati posisi terendah satu bulan.

Harga gandum naik 0,15% ke US$ 5,15-6/8 per bushel, sementara jagung bertambah 0,24% ke US$ 4,18 per bushel.

Laporan proyeksi pasokan dan permintaan USDA akan dirilis Jumat (12/9), dengan ekspektasi pemangkasan perkiraan hasil panen kedelai dan jagung AS.

Petani AS kehilangan peluang penjualan miliaran dolar ke China di pertengahan musim pemasaran, seiring macetnya pembicaraan dagang dan pemasok dari Amerika Selatan mengambil alih pangsa pasar.

Persediaan gandum global yang cukup, terutama dari Australia hingga Rusia, juga menahan kenaikan harga.

Bursa Rosario memperkirakan Argentina akan mencatat rekor produksi jagung pada musim 2025–2026 karena pergeseran lahan dari kedelai dan komoditas lain.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Kamis (11/9) Pagi, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Namun, perkiraan luas tanam kedelai 2025–2026 dipangkas 7% secara tahunan.

Rabu lalu, dana komoditas tercatat sebagai penjual bersih kontrak kedelai, soymeal, jagung, dan gandum CBOT.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×