Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026) menimbulkan banyak pertanyaan mengenai gelaran Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 yang salah satunya digelar di AS itu dijadwalkan akan berlangsung pada 12 Juni 2026 atau sekitar 100 hari lagi.
Iran termasuk di antara negara Asia yang berhasil mengunci tempat di Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, serangan AS-Israel baru-baru ini menimbulkan tanda tanya mengenai keikutsertaan Iran di ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Baca Juga: AS Perintahkan Beberapa Staf Diplomatik Tinggalkan Timur Tengah
Apakah Iran akan bermain di Piala Dunia
Meskipun Iran belum secara resmi menarik diri dari turnamen tersebut, Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj mengakui partisipasi mereka telah dipertanyakan.
“Yang pasti, setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh optimisme,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
“Tidak mungkin untuk mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada tanggapan. Hal ini pasti akan dipelajari oleh para pejabat olahraga tingkat tinggi di negara ini, dan akan ada keputusan tentang apa yang akan terjadi," sambungnya.
Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Bagaimana tanggapan FIFA?
Sementara, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom mengatakan mengaku sedang memantau konflik dan situasi terkini.
“Saya membaca berita (tentang Iran) pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda,” kata Grafstrom, dikutip dari ESPN.
“Kami mengadakan pertemuan hari ini, dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia,” lanjutnya.
Dengan turnamen yang tinggal sedikit lebih dari tiga bulan lagi, FIFA mengatakan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah negara tuan rumah.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Dugaan Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran di Natanz
Apa yang terjadi jika Iran mundur?
Tidak ada preseden bagi sebuah tim untuk menarik diri dari Piala Dunia.
Tim-tim yang telah dikenai sanksi dan larangan oleh badan-badan sepak bola global dan regional telah dikeluarkan dari turnamen, dengan larangan terhadap Rusia sebagai yang terbaru.
Jika Iran menarik diri dari turnamen, kemungkinan besar negara tersebut akan digantikan oleh negara lain untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan turnamen.
Karena Iran adalah bagian dari Konfederasi Sepak Bola Asia dan lolos ke salah satu kursi regional untuk Piala Dunia, penggantinya kemungkinan besar akan berasal dari Asia, meskipun penyelenggara belum mengkonfirmasi apakah itu akan terjadi.













