Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPORE. Harga minyak berbalik arah dan melonjak lebih dari US$ 4 setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) akan terus menyerang Iran, termasuk target energi dan minyak selama beberapa minggu ke depan. Trump juga bilang AS tidak berkomitmen pada jangka waktu spesifik untuk mengakhiri perang.
Kamis (2/4/2026) pukul 09.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 melonjak US$ 4,88 atau 4,8% menjadi US$ 106,04 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik US$ 4,17 atau 4,2% ke US$ 104,29 per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah kedua patokan harga tersebut turun lebih dari US$ 1 pada Kamis pagi, menjelang pidato Trump dan telah ditutup lebih rendah pada sesi sebelumnya.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi 2 Minggu di Pagi Ini (2/4), Ini Pemicunya!
Trump mengatakan, dalam pidato yang disiarkan televisi kepada bangsa bahwa militer AS hampir menyelesaikan tujuannya dalam perang melawan Iran, dan bahwa konflik tersebut akan segera berakhir, tetapi tidak memberikan jangka waktu spesifik.
"Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kita akan menyelesaikannya dengan sangat cepat. Kita sudah sangat dekat," katanya.
Ancaman terhadap lalu lintas maritim telah meningkat seiring intensifikasi konflik di seluruh wilayah tersebut. Baru-baru ini pada hari Rabu, sebuah kapal tanker minyak yang disewa oleh QatarEnergy dihantam oleh rudal jelajah Iran di perairan Qatar, kata kementerian pertahanan negara itu.
Kepala Badan Energi Internasional memperingatkan pada hari Rabu bahwa gangguan pasokan akan mulai berdampak pada ekonomi Eropa pada bulan April. Benua itu sebelumnya terlindungi oleh kargo yang dikontrak sebelum perang dimulai.













