Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia
DETROIT. Gara-gara penurunan harga minyak mentah, seorang taipan berseteru lebih panas di meja pengadilan dengan mantan istrinya. Mereka sama-sama menolak pembagian harta gono-gini yang sudah ditetapkan pengadilan Oklahoma, dan mengajukan banding ke pengadilan tinggi setempat.
Miliarder Harold Hamm, pemilik dan CEO perusahaan shale oil Continental Resources Inc, mengajukan banding dengan alasan putusan menyerahkan harta US$ 972 juta pada Sue Ann Arnall, mantan istri yang pernah bersamanya selama 26 tahun, tidak adil. Mereka bercerai pada November tahun lalu.
Dia mengatakan, hartanya yang berupa aset perusahaan dan saham, sudah terpangkas setengah dari posisi sebelumnya sekitar US$ 19,1 miliar seiring dengan penurunan harga minyak mentah. Arnall yang akan mendapat harta properti dan tunai, dia bilang, lebih untung ketimbang dirinya.
"Saya harus meminjam uang untuk membayar hasil putusan ini. Tak ada alasan dia tidak membayar ongkos pengadilan bandingnya sendiri,” tulis Hamm di dokumen bandingnya.
Sejak proses perceraian sejak November tahun lalu, harga minyak mentah terjun bebas. Continental turun 38% dan Bloomberg Billionaires Index mencatat, kekayaan Hamm merosot 40% menjadi US$ 9,5 miliar.
Tahun lalu, Hakim pengadilan Oklahoma Howard Haralson juga memenangkan Arnall aset rumah senilai US$ 4,7 juta di Nichols Hills, Oklahoma dan ranch di California senilai US$ 15 juta. Sedangkan Hamm diperbolehkan tetap memegang saham Continental karena mendirikan perusahaan itu sebelum menikahi Arnall.
Tak puas mendapat aset properti dan tunai, Arnall yang seorang ekonom, pengacara, dan memegang jabatan eksekutif di Continental, mengajukan banding karena cek senilai US$ 972 juta itu dinilai tak cukup mengkompensasi dirinya.
Hamm sejatinya sudah menyerahkan cek tersebut dua hari lalu namun ditolaknya lantaran enggan mengganggu proses banding. Dalam dokumen banding, Arnall menyebut harta Hamm tetap berada di kisaran US$ 18 miliar.
"Di mana setengah lagi dari US$ 18 miliar itu, mungkin adalah 'sebuah misteri'," tulis Hamm mengomentari tuntutan mantan istrinya.
Ron Barber, pengacara Arnall menilai, sanggahan Hamm mengenai penurunan harga komoditas hanyalah alasan. "Jika melihat pemilihan alasan yang dipilih Hamm berbanding rentang waktu yang tak terbatas ini, sangatlah tidak berarti," kata Barber, dikutip Bloomberg.













