kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

AS Kenakan Bea Anti-Dumping Awal Panel Surya dari Indonesia, India, dan Laos


Jumat, 24 April 2026 / 05:24 WIB
AS Kenakan Bea Anti-Dumping Awal Panel Surya dari Indonesia, India, dan Laos
ILUSTRASI. PLTS Terminal Jatijajar (KONTAN/Carolus Agus Waluyo). Pemerintah AS resmi kenakan bea anti-dumping 35,17% untuk panel surya Indonesia. Kebijakan ini berpotensi menghantam ekspor dan industri domestik.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui U.S. Department of Commerce menetapkan bea anti-dumping sementara terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. 

Kebijakan ini menjadi bagian dari rangkaian tarif yang telah diberlakukan Washington terhadap produk energi surya asal Asia selama lebih dari satu dekade.

Dalam keputusan awal tersebut, otoritas perdagangan AS menyimpulkan bahwa produsen dari ketiga negara menjual produk mereka di pasar AS dengan harga yang dianggap terlalu rendah (dumping), sehingga merugikan industri domestik.

Baca Juga: AS Kenakan Bea Anti-Subsidi Tinggi untuk Panel Surya Impor dari Indonesia

Berdasarkan dokumen resmi, besaran margin dumping ditetapkan sebesar 123,04% untuk India, 35,17% untuk Indonesia, dan 22,46% untuk Laos.

Nilai impor produk surya dari ketiga negara itu mencapai sekitar US$ 4,5 miliar pada tahun lalu, atau setara dua pertiga dari total impor panel surya AS.

Angka ini menunjukkan besarnya ketergantungan pasar AS terhadap pasokan dari kawasan tersebut.

Keputusan ini menjadi pukulan bagi produsen di Indonesia, India, dan Laos yang selama ini memasok kebutuhan energi surya ke pasar AS yang tengah tumbuh pesat.

Sebaliknya, langkah ini memperkuat posisi produsen dalam negeri AS yang sebelumnya mengajukan petisi melalui Alliance for American Solar Manufacturing and Trade.

Baca Juga: AS Putuskan Tarif Panel Surya dari India, Indonesia & Laos

Aliansi tersebut menyambut keputusan awal ini dan menegaskan bahwa praktik dumping telah merusak persaingan.

“Penetapan awal ini menegaskan bahwa produsen dari negara-negara tersebut menjual produk dengan harga tidak wajar, menekan produk buatan AS dan mendistorsi persaingan pasar pada momen krusial bagi industri manufaktur domestik,” demikian pernyataan aliansi.

Kelompok ini sebelumnya juga berhasil mendorong penerapan tarif terhadap impor panel surya dari sejumlah negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

Ke depan, Departemen Perdagangan AS dijadwalkan mengumumkan keputusan final untuk impor dari India dan Indonesia pada sekitar 13 Juli, sementara keputusan untuk Laos akan menyusul sekitar 9 September.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif Hingga 143%, Industri Panel Surya RI Terancam Terpukul

Selain itu, pemerintah AS juga telah lebih dulu menetapkan bea imbalan (countervailing duties) sementara terhadap ketiga negara tersebut pada Februari lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×