Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak terkoreksi pada hari ini dan berada di jalur untuk menghentikan kenaikan beruntun dua minggunya, meskipun menetap lebih tinggi pada sesi sebelumnya menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak tertarik untuk kembali ke ketentuan kesepakatan sebelumnya dengan Iran.
Jumat (28/8/2026) pukul 08.15 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 turun 25 sen atau 0,3% menjadi US$ 89,45 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Oktober 2026 melemah 22 sen atau 0,3% ke US$ 83,31 per barel.
Kedua tolok ukur minyak mentah tersebut siap untuk mengakhiri minggu ini dengan koreksi. Di mana, Brent turun 5,3% dan WTI melemah 4,3%.
Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Naik 2%: Trump Bikin Hubungan AS-Iran Kembali Panas
Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, laporan Wall Street Journal mengatakan pemerintahan Trump telah berulang kali mengatakan kepada mediator bahwa AS tidak tertarik untuk menghidupkan kembali nota kesepahaman bulan Juni, sehingga mempersulit upaya diplomatik untuk memulai kembali perundingan.
Sebelumnya pada hari Kamis, Washington mengatakan pihaknya tidak melakukan pembicaraan dengan Iran meskipun ada upaya diplomatik dari negara-negara lain untuk melibatkan kembali kedua belah pihak.
Pada hari Senin, AS mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran. Teheran mengatakan sanksi tersebut adalah "tindakan tidak manusiawi dan bermusuhan" yang telah kehilangan efektivitasnya.
Di tempat lain, ketegangan geopolitik meningkat setelah Moskow memperingatkan bahwa pihaknya dapat menyerang sasaran militer Inggris di dalam dan di luar Ukraina sebagai tanggapan atas serangan Kyiv di wilayah Rusia menggunakan rudal jelajah jarak jauh yang dipasok Inggris.
Namun Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang negara yang berada di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan dia meremehkan laporan media bahwa Direktur CIA John Ratcliffe minggu ini telah memperingatkan para pejabat Rusia terhadap serangan semacam itu. Inggris adalah salah satu anggota pendiri NATO.














