Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – LONDON. Harga minyak dunia jatuh di bawah level US$100 per barel pada Rabu (8/4/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, dengan syarat Selat Hormuz dibuka kembali secara aman dan segera.
Futures Brent turun US$18,27 atau 16,72% menjadi US$91,00 per barel pada pukul 13.20 GMT, sementara WTI turun US$20,48 atau 18,13% ke level US$92,47. Harga diesel acuan Eropa juga anjlok US$310,75 atau 20,34% menjadi $1.217 per metrik ton.
Harga Brent sempat mengurangi kerugian setelah laporan serangan terhadap jalur pipa penting Saudi Arabia East-West, namun kembali turun hingga menyentuh level terendah sesi, US$90,40 per barel. UBS analyst Giovanni Staunovo mengatakan investor kemungkinan fokus pada de-eskalasi dan menjual minyak sebagai akibatnya.
Gencatan Senjata dan Dampaknya
Keputusan Trump datang menjelang batas waktu Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi lintasan sekitar 20% pasokan minyak harian dunia, atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya.
Baca Juga: SpaceX Siap IPO dengan Valuasi US$1,75 Triliun, Jadi Perusahaan Publik Termahal AS
Trump menulis di media sosial, "Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA DUA ARAH!" sebelumnya memperingatkan bahwa "a whole civilization will die tonight" jika permintaannya tidak dipenuhi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan Iran akan menghentikan serangan jika serangan terhadap mereka dihentikan dan transit aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan selama dua minggu bekerja sama dengan angkatan bersenjata Iran.
Seorang pejabat senior Iran mengatakan Selat Hormuz bisa dibuka secara terbatas dan terkendali pada Kamis atau Jumat, menjelang pertemuan pejabat AS dan Iran di Pakistan.
Analis Tamas Varga dari PVM Oil menyatakan, secara teori, pasokan minyak mentah dan produk sekitar 10–13 juta barel per hari yang terhambat di balik Selat Hormuz kini dapat dilepas secara bertahap.
Tantangan dan Geopolitik
Pengirim dan pengolah minyak masih menunggu kejelasan logistik, sementara beberapa negara Teluk mengidentifikasi peluncuran rudal dan serangan drone atau mengeluarkan peringatan bagi warga sipil untuk berlindung.
Baca Juga: Pipa Minyak Arab Saudi yang Melewati Selat Hormuz Rusak Akibat Serangan Iran
Analis Vivek Dhar memperingatkan masih ada potensi premi geopolitik yang signifikan untuk bertahan berdasarkan rincian kesepakatan gencatan senjata.
Trump menyebut AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang dianggap sebagai dasar yang dapat dinegosiasikan, dan pihak-pihak terkait masih jauh dari mencapai kesepakatan definitif untuk perdamaian jangka panjang.
Presiden AS juga menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Iran dan membahas keringanan tarif serta sanksi dalam pembicaraan mendatang.
Kesepakatan gencatan senjata ini diharapkan menjadi titik awal untuk menstabilkan harga energi global dan mengurangi ketegangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.













