kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Harga Minyak Turun Menyusul Permintaan yang Rendah dari China


Senin, 24 Oktober 2022 / 16:30 WIB
Harga Minyak Turun Menyusul Permintaan yang Rendah dari China


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Harga minyak mentah tercatat turun pada hari Senin (24/10) menyusul rendahnya permintaan dari China. Kondisi ini terus berlanjut sejak September karena kebijakan pembatasan aktifitas terkait Covid-19 masih sangat ketat.

Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman bulan Desember turun 40 sen atau 0,4% menjadi US$93,10 per barel. Sebelumnya harga minyak Brent sempat naik 2% pada minggu lalu.

Ada di situasi yang senada, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS juga untuk pengiriman Desember juga turun 39 sen atau 0,5% menjadi US$84,66 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat di Tengah Harapan Pemulihan Permintaan Bahan Bakar di China

Meski impor minyak China sempat naik di bulan Agustus, permintaan berangsur turun mulai September dengan hanya 9,79 juta barel per hari, 2% lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Analis ING dalam laporannya menyebut ketidakpastian atas kebijakan nol-Covid China telah merusak efektivitas langkah-langkah pro-pertumbuhan yang disiapkan pemerintah.

Kondisi semakin diperparah oleh krisis properti yang membayangi negara itu.

Baca Juga: Joe Biden Berencana Lepas Cadangan Minyak AS Akhir Tahun Ini

Harga minyak Brent sempat naik minggu lalu, bahkan setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan penjualan sisa 15 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS. 

Penjualan tersebut merupakan bagian dari rekor pelepasan 180 juta barel yang dimulai pada bulan Mei. Tujuan utama Biden adalah untuk mengisi kembali stok ketika minyak mentah AS berada di sekitar US$70 per barel.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×