kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.765   72,00   0,41%
  • IDX 6.447   10,11   0,16%
  • KOMPAS100 851   1,15   0,14%
  • LQ45 648   1,04   0,16%
  • ISSI 223   0,46   0,21%
  • IDX30 360   1,10   0,31%
  • IDXHIDIV20 449   2,07   0,46%
  • IDX80 97   0,14   0,14%
  • IDXV30 124   0,54   0,43%
  • IDXQ30 116   0,41   0,35%

Hari ini, India memulai kampanye vaksinasi terbesar di dunia


Sabtu, 16 Januari 2021 / 07:45 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri India Narendra Modi akan meluncurkan kampanye vaksinasi "terbesar di dunia" pada hari Sabtu (16/1/2021). REUTERS/Adnan Abidi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Perdana Menteri India Narendra Modi akan meluncurkan kampanye vaksinasi "terbesar di dunia" pada hari Sabtu (16/1/2021) saat negara berpenduduk padat itu mencoba mengendalikan pandemi Covid-19.

Melansir Reuters, Modi akan berbicara kepada petugas kesehatan melalui konferensi video tetapi belum akan segera disuntik vaksin Covid-19 karena India pada awalnya memprioritaskan perawat, dokter, dan lainnya di garis depan.

Pemerintah India mengumumkan, pada hari pertama, sekitar 100 orang akan divaksinasi secara sukarela di masing-masing dari 3.006 pusat kesehatan di negara itu. India menyebut program ini sebagai awal kampanye terbesar di dunia.

"Ini akan menjadi program vaksinasi terbesar di dunia yang mencakup seluruh wilayah negara," kata kantor Modi dalam sebuah pernyataan minggu ini seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Kasus harian corona tembus 12.000, lakukan ini jika orang terdekat positif Covid-19

India, negara terpadat di dunia setelah China, mengatakan mungkin tidak perlu memvaksinasi seluruh 1,35 miliar penduduknya untuk menciptakan kekebalan kawanan. Namun, vaksinasi terhadap setengah dari populasinya akan menjadikan program ini sebagai salah satu kampanye imunisasi terbesar di dunia, bahkan jika negara-negara besar seperti Amerika Serikat akan memvaksinasi setiap penduduk.

Namun, penerima manfaat tidak akan dapat memilih antara vaksin Universitas Oxford / AstraZeneca dan vaksin yang didukung pemerintah dan berasal dari Bharat Biotech yang kemanjurannya tidak diketahui. Keduanya diproduksi secara lokal.

Baca Juga: Jika ada efek samping serius vaksin Covid-19, bagaimana tanggung jawab negara?




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×