kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45882,93   -5,57   -0.63%
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Hashstacs gandeng Bursa Malaysia tawarkan inovasi blockchain di pasar obligasi


Kamis, 03 Desember 2020 / 13:45 WIB
Hashstacs gandeng Bursa Malaysia tawarkan inovasi blockchain di pasar obligasi
ILUSTRASI. Ilustrasi blockchain stellar lumens. KONTAN/Muradi/2019/02/07

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Perusahaan financial technology (fintech) Singapura, Hashstacs Pte Ltd (STACS) telah menyelesaikan blockchain proof-of-concept (POC) untuk pasar obligasi dengan Bursa Efek Nasional Malaysia. Inovasi ini untuk memfasilitasi pertumbuhan pasar obligasi di Labuan Financial Exchange (LFX), Malaysia.

POC dilaksanakan dan diuji bersama dengan Bursa Malaysia, Labuan Financial Services Authority (LFSA), Securities Commission of Malaysia (SC), China Construction Bank Corporation Cabang Labuan (CCB Labuan), CIMB Investment Bank Berhad dan Maybank Investment Bank Berhad.

Pertama kali di Asia Pasifik, POC berfokus pada membangun kesadaran akan potensi teknologi dan eksplorasi penawaran layanan baru. Menggunakan platform berbasis Trident Blockchain yang dikembangkan oleh Hashstacs, template obligasi dicerminkan ke kontrak pintar untuk penerapan cepat. Sementara alur kerja operasional disederhanakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam siklus penyelesaian. 

Bersama dengan CCB Labuan, CIMB dan Maybank, POC melakukan simulasi beberapa penerbitan obligasi yang semuanya diterbitkan dan dikelola di STACS Blockchain.

Benjamin Soh, Managing Director Hashstacs mengatakan, meskipun ada banyak eksperimen di sini, kolaborasi yang berhasil antara banyak peserta masih jarang. "Mengingat pengalaman kami dalam teknologi pasar modal, kami sangat senang bekerja sama dengan Bursa Malaysia untuk menunjukkan komitmen dan kepemimpinannya terhadap kemajuan teknologi baru melalui kemitraan ini," kata Soh. 

Datuk Muhamad Umar Swift, Chief Executive Officer Bursa Malaysia, mengatakan, kemitraan dengan Hashstacs, pelaku industri, dan regulator menunjukkan bahwa teknologi blockchain dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepercayaan yang dapat menguntungkan pasar obligasi. 

"Ini adalah nilai-nilai kunci yang memastikan kami tetap bertanggung jawab atas upaya kami untuk mengembangkan pasar yang dinamis dan menarik,” kata Swift seperti dikutup Businesstoday, Rabu (3/12).

Melalui proyek tersebut, berbagai peluang terlihat, seperti penciptaan platform industri yang menawarkan platform end-to-end untuk penerbitan, perdagangan, penyelesaian dan penyimpanan obligasi. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri. 

Dengan pencapaian tonggak pertama, fase masa depan melihat ke arah kolaborasi lebih lanjut, pengembangan bersama dan implementasi teknologi baru sangat terbuka untuk memperluas pasar modal Malaysia dan memberdayakan industri untuk menemukan peluang baru.




TERBARU
Kontan Academy
Menagih Utang Itu Mudah Batch 5 Data Analysis & Visualization with Excel Batch 3

[X]
×