kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Hasil pemilu mengejutkan partai berkuasa Singapura, oposisi raih 10 kursi parlemen


Sabtu, 11 Juli 2020 / 16:29 WIB
Hasil pemilu mengejutkan partai berkuasa Singapura, oposisi raih 10 kursi parlemen
ILUSTRASI. Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, hasil pemilu ini menunjukkan keinginan yang jelas untuk keragaman suara.

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Meski menang pemilu, partai politik yang berkuasa Singapura, The People’s Action Party (PAP) tersengat oleh hasil pemilu terburuknya.

Hasil perolehan suara PAP mengisyaratkan kemungkinan penundaan rencana suksesi di Singapura dan dan analis meramalkan akan ada perubahan kebijakan lain yang dapat memengaruhi Singapura.

Dalam pemilihan Jumat (10/7), PAP memperoleh 83 dari 93 kursi parlemen Singapura, kemenangan besar menurut standar internasional. Namun, partai oposisi memenangkan 10 kursi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, hasil ini menunjukkan keinginan yang jelas untuk keragaman suara. "Orang Singapura ingin PAP membentuk pemerintah tetapi mereka, dan terutama para pemilih yang lebih muda, juga ingin melihat lebih banyak kehadiran oposisi di parlemen," ujarnya, Sabtu (11/7) seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Hasil mengejutkan perhitungan sementara Pemilu Singapura, ada apa?

Stabilitas menentukan politik Singapura, yang didominasi PAP sejak Singapura merdeka pada tahun 1965. Stabilitas politik terbukti penting dalam mengembangkan Singapura menjadi pusat keuangan global dan pusat perdagangan regional.

Namun para analis mengatakan, kemunduran yang tak terduga untuk partai Lee kemungkinan berarti aturan yang lebih ketat tentang ketenagakerjaan asing dan perubahan lain pada kebijakan sosial untuk meredakan kekhawatiran yang diajukan oleh partai-partai oposisi.

"Pembuat kebijakan akan memiliki garis yang lebih ketat pada orang asing di angkatan kerja dan untuk menggandakan upaya kesejahteraan ekonomi kelompok berpenghasilan rendah," kata Song Seng Wun, seorang ekonom di CIMB Private Banking.

Pemilih Singapura dalam pemilihan hari Jumat (10/7) menyatakan keprihatinan tentang prospek pekerjaan mereka dan apakah Singapura membutuhkan begitu banyak orang asing dalam pekerjaan yang dibayar tinggi.

Baca Juga: Perbatasan Malaysia-Singapura segera dibuka, negara lain menyusul



TERBARU

[X]
×