kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Honda pangkas kuota ekspor karena penguatan yen


Rabu, 05 Oktober 2011 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Peternakan ayam yang waspadai flu burung


Reporter: Dyah Megasari, The Asahi, Bloomberg |

TOKYO. Honda Motor Co, produsen mobil terbesar ketiga asal Jepang, berencana mengurangi tingkat ekspor menjadi 10%-20% dari produksi dalam negeri. Penguatan nilai tukar yen yang terjadi secara terus-menerus membuat pendapatan ekspor Honda terkikis.

Tomoko Uchida, juru bicara Honda menyatakan perusahaan memilih strategi bisnis dengan menggenjot pasar dalam negeri. Salah satu caranya adalah 80% hingga 90% kendaraan akan dijual di dalam negeri saja. Tahun lalu, produsen mobil ini berhasil mengirim 310.254 unit kendaraan atau 34% dari output domestik yaitu 912.307 unit, di luar negeri.

Produsen mobil asal Jepang termasuk Honda, Toyota Motor Corp dan Nissan Motor Co memang memilih langkah ini sebagai antisipasi penguatan yen yang tidak bisa dibendung. Sebab, semakin menguat nilai tukar yen, maka semakin kecil pendapatan yang diterima oleh eksportir Jepang.

Yen terus menguat seiring kekhawatiran krisis dunia. Banyak investor menganggap yen bisa dijadikan salah satu safe haven.




TERBARU

[X]
×