kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.807   -23,00   -0,14%
  • IDX 8.266   133,82   1,65%
  • KOMPAS100 1.166   20,62   1,80%
  • LQ45 839   9,53   1,15%
  • ISSI 295   6,69   2,32%
  • IDX30 434   3,42   0,79%
  • IDXHIDIV20 518   -0,77   -0,15%
  • IDX80 130   2,13   1,66%
  • IDXV30 142   1,03   0,73%
  • IDXQ30 140   -0,08   -0,06%

Saham Mattel Anjlok Hampir 30%, Terseret Prospek Laba yang Mengecewakan


Rabu, 11 Februari 2026 / 08:00 WIB
Saham Mattel Anjlok Hampir 30%, Terseret Prospek Laba yang Mengecewakan
ILUSTRASI. Barbie Mattel (DOK/Reader’s Digest)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham Mattel anjlok hampir 30% dalam perdagangan setelah jam bursa, Selasa (10/2/2026), setelah produsen Barbie itu merilis proyeksi laba setahun penuh yang mengecewakan investor.

Kinerja tersebut menegaskan bahwa pemulihan permintaan mainan masih sulit dicapai di tengah konsumen yang menahan belanja diskresioner.

Perusahaan juga melenceng jauh dari estimasi laba kuartal keempat. CEO Mattel Ynon Kreiz mengatakan kepada Reuters bahwa marjin tertekan akibat promosi besar-besaran pada Desember.

Baca Juga: Goldman Sachs Peringatkan Potensi Aksi Jual Saham US$ 80 Miliar, Kripto Terancam?

Sementara pertumbuhan penjualan di pasar Amerika Serikat (AS) lebih lemah dari perkiraan.

“Penjualan pada Desember tumbuh lebih rendah dari yang diharapkan,” ujar Kreiz, seraya menambahkan bahwa diskon agresif diperlukan untuk menjaga pergerakan stok.

Tekanan terhadap kinerja Mattel juga datang dari tarif impor dan kenaikan biaya produksi, yang membebani marjin produsen mainan tradisional.

Perusahaan menyebut pola pemesanan peritel sepanjang tahun lalu berfluktuasi akibat ketidakpastian perdagangan.

Mattel bahkan memperkirakan penjualan boneka Barbie baru akan kembali tumbuh pada 2027.

Baca Juga: Ramalan Kiyosaki: Perak Bakal Tembus US$ 200, Ini Strategi Belinya

Nada hati-hati Mattel sejalan dengan pesaingnya, Hasbro, yang lebih dulu memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan yang terbatas. Namun berbeda dengan Mattel, Hasbro memiliki bisnis gim digital yang lebih kuat.

Pendapatan kuartalan dari gim digital Hasbro, Magic: The Gathering, lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya, mendorong saham Hasbro naik 7,5%.

Mattel dinilai tertinggal dalam pengembangan bisnis digital. Untuk mengejar ketertinggalan, perusahaan mengumumkan akan mengakuisisi 50% saham tersisa Mattel163 usaha patungan dengan NetEase asal China senilai US$159 juta.

Langkah ini menandai dorongan Mattel ke gim digital yang diterbitkan sendiri, meski inisiatif tersebut masih berada pada tahap awal.

Sepanjang tahun ini hingga Selasa, saham Mattel sebenarnya masih naik 6%, jauh tertinggal dibandingkan kenaikan 27% saham Hasbro.

Baca Juga: Menkeu AS Sebut Hubungan AS-China Bisa Produktif Meski Tetap Bersaing

Penurunan tajam setelah penutupan pasar berpotensi menjadi kejatuhan harian terdalam Mattel dalam hampir enam tahun.

“Mattel memasuki musim liburan dengan harapan lonjakan penjualan di menit akhir, tetapi itu tidak terjadi. Perusahaan akhirnya sangat bergantung pada promosi untuk menggerakkan produk, dan itu mengorbankan marjin,” kata analis eMarketer Zak Stambor.

Marjin laba kotor Mattel pada kuartal Desember turun hampir 5 poin persentase menjadi 45,9%.

Fokus Digital dan Hiburan

Di tengah tekanan, Mattel masih mencatat beberapa titik terang. Mainan mobil menjadi penopang utama, dengan Hot Wheels mencatat pertumbuhan dua digit, disertai kinerja solid dari Matchbox serta lini Cars milik Disney dan Pixar.

Mattel juga berupaya memperluas jejaknya di sektor hiburan. Perusahaan menargetkan kesuksesan film Barbie (2023) terulang melalui film live-action “Masters of the Universe” yang dijadwalkan rilis Juni, serta film Matchbox di Apple TV pada Oktober.

Baca Juga: Estee Lauder Mengungat Walmart Atas Dugaan Menjual Produk Tiruan

Untuk mendukung strategi tersebut, Mattel berencana menggelontorkan investasi sekitar US$110 juta pada 2026, terutama untuk pengembangan gim digital.

Namun, analis mempertanyakan apakah investasi ini mampu menghidupkan kembali permintaan atau justru memperpanjang tekanan di pasar AS yang sangat sensitif terhadap harga.

Mattel memperkirakan laba per saham (EPS) disesuaikan 2026 sebesar US$1,18–US$1,30, di bawah estimasi analis US$1,75.

Dengan dukungan sekitar US$150 juta pendapatan dari akuisisi Mattel163, perusahaan memproyeksikan penjualan tahun ini tumbuh 3%–6%.

Pada kuartal keempat, laba disesuaikan Mattel tercatat 39 sen per saham, jauh di bawah estimasi 54 sen, sementara penjualan bersih US$1,77 miliar juga meleset dari perkiraan US$1,84 miliar.

Perusahaan turut mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$1,5 miliar hingga 2028, serta kesepakatan lisensi multi-tahun dengan Paramount Skydance untuk mengembangkan dan memasarkan produk Teenage Mutant Ninja Turtles mulai 2027.

Selanjutnya: Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi Bugar

Menarik Dibaca: Lanjut Naik, Cek Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Rabu (11/2)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×