Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD. Hotel bintang lima Serena yang mewah di ibu kota Pakistan menjadi lokasi tak terduga untuk perundingan perdamaian yang bertujuan mengakhiri perang Iran, sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu bangunan paling dijaga ketat di Islamabad.
Kota Islamabad berada dalam pengamanan luar biasa menjelang perundingan tersebut, dengan toko dan kantor ditutup selama dua hari sebelum kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang memimpin delegasi AS, serta sejumlah pejabat senior Iran.
Ribuan personel keamanan, termasuk pasukan paramiliter dan tentara, telah mendirikan pos pemeriksaan dan blokade di seluruh ibu kota, terutama di kawasan Red Zone yang menjadi lokasi kantor pemerintahan dan kedutaan besar.
Baca Juga: Trump Bakal Tindak Jaringan Birth Tourism Demi Dapat Kewarganegaraan AS
Meski Serena Hotel mungkin dianggap sebagai lokasi yang tidak biasa untuk perundingan tingkat tinggi, hotel ini dikenal memiliki sistem keamanan yang sangat ketat. Islamabad sendiri pernah mengalami serangan militan paling mematikan pada 2008 di Hotel Marriott yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Serena Hotel memiliki reputasi sebagai tempat yang aman untuk tamu-tamu penting berkat lokasi strategis dan sistem keamanan berlapis yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Staf keamanannya terlatih dengan baik karena sebagian besar merupakan mantan pejabat keamanan,” kata mantan Kepala Polisi Islamabad, Tahir Alam Khan. Ia menambahkan bahwa tata letak pintu masuk dan keluar hotel juga dirancang untuk meningkatkan keamanan, serta akses yang mudah ke lokasi-lokasi penting seperti rumah perdana menteri dan gedung parlemen.
Sumber keamanan pemerintah menyebutkan bahwa kompleks hotel seluas 15 hektare tersebut, yang memiliki lebih dari 400 kamar, berbagai ruang pertemuan, dan fasilitas konferensi, mampu menampung ratusan tamu, sesuai dengan kebutuhan delegasi AS dan Iran yang berjumlah lebih dari 150 orang.
“Hotel ini memiliki pemeriksaan keamanan berlapis yang ketat, serta koordinasi yang kuat dengan lembaga keamanan negara,” kata mantan kepala polisi lainnya, Kaleem Imam.
Baca Juga: India Menaikkan Upah Minimum 35% Usai Buruh Protes Massal













