kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

HP tuntut mantan CEO karena bergabung dengan Oracle


Rabu, 08 September 2010 / 09:43 WIB


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SAN FRANCISCO. Perekrutan mantan CEO Hewlett Packard Mark Hurd oleh Oracle berbuntut panjang. HP menuntut Hurd menolak tawaran Oracle untuk menjabat sebagai Presiden Direktur. Alasannya, penunjukkan Hurd bisa menyebabkan HP kehilangan konsumen, rahasia perdagangan (trade secrets), dan persaingan bisnis.

Menurut berkas tuntutan HP yang diajukan ke pengadilan California hari ini (8/9), dengan menjabat sebagai Presiden Direktur Oracle akan mustahil bagi Hurd untuk tidak menggunakan atau membuka informasi penting tentang HP.

"Dengan posisi barunya, Hurd akan menemui situasi di mana dia tidak dapat bekerja dengan Oracle tanpa menggunakan trade secret HP dan informasi penting lainnya," demikian pernyataan keberatan dari HP.

Ketika dihubungi Bloomberg, juru bicara Hurd, Glenn Bunting, menolak memberikan komentar.

Sementara itu, menanggapi tuntutan HP, CEO Oracle Larry Ellison bilang, kalau keberatan HP tidak berdasar. Bahkan hal itu bisa mempersulit kerjasama antar dua perusahaan di pasar teknologi informasi.

"Selama ini, Oracle melihat HP sebagai partner penting. Tindakan yang diambil manajemen HP melukai kerjasama yang terjalin, konsumen bersama kedua pihak, dan pemegang saham juga karyawan. Jajaran direksi HP membuat kerjasama dengan pihak Oracle terlihat tidak mungkin ke depannya," jelas Ellison.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×