kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

HSBC Holdings pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia


Kamis, 06 Oktober 2011 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Jumat 27 November, cek sebelum tukar valas. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww/18.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

HONG KONG. HSBC Holdings Plc. memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia. Penurunan estimasi pertumbuhan itu didasarkan pada ancaman terhadap ekspor dari kawasan tersebut, juga dampak tergerusnya pasar saham dan mata uang.

Dalam laporannya, hari ini, HSBC mengungkapkan, krisis utang Eropa dan AS yang masih berjuang untuk berekspansi menjadi sinyal ekspor Asia hampir pasti akan mengalami tekanan besar. Permintaan domestik juga akan turun seiring jatuhnya mata uang dan pasar modal.

"Ekonomi Asia, tidak termasuk Jepang, hanya akan bertumbuh sekitar 7,3% di tahun ini dan di 2012. Lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yaitu 7,5% untuk 2011 dan 2012," sebut HSBC.

Langkah HSBC ini menyusul Goldman Sachs Group Inc. yang telah lebih dulu memangkas proyeksi untuk Asia. Goldman Sachs menurunkan prospek ekonomi di kawasan Asia setelah krisis Eropa dan ancaman resesi AS menyebabkan pasar global bergolak.

Kepala ekonom HSBC Holdings untuk kawasan Asia, Frederic Neumann menuturkan, risiko meningkat dengan pasti setiap minggu, karena ketidakpastian kebijakan di kawasan Barat. "Namun, Asia mungkin akan terhindar dari tekanan yang terlalu berat karena terbantu oleh Cina," katanya.

HSBC juga sekaligus memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto Hong Kong, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam untuk tahun ini dan tahun depan.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×