kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Hubungan AS dan China memburuk, Goldman Sachs estimasi nilai tukar yuan anjlok


Senin, 01 Juni 2020 / 11:37 WIB
Hubungan AS dan China memburuk, Goldman Sachs estimasi nilai tukar yuan anjlok
ILUSTRASI. Chinese Yuan and U.S. dollar banknotes are seen behind illuminated stock graph in this illustration taken February 10, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs Group Inc melihat kejatuhan yuan ke level terendah sejak 2008 selama tiga bulan ke depan. Ini terjadi karena ketidakpastian kebijakan AS terhadap China yang telah memberikan tekanan pada mata uang.

Ahli Strategi Goldman Sachs Zach Pandl dalam riset 31 Mei seperti dikutip Bloomberg menjelaskan, perselisihan antara kedua negara tersebut mencakup berbagai masalah yang tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat. Selain itu, selama bulan lalu bank sentral China telah menoleransi depresiasi mata uang secara bertahap. 

"Sebagai hasilnya, kami memperkirakan tekanan modal asing yang keluar akan membebani nilai tukar dan merevisi perkiraan dolar-yuan kami lebih tinggi," tulis Goldman Sach. 

Baca Juga: Sejak pandemi virus corona, Warren Buffet menjual saham di dua bank ini

Goldman melihat yuan bisa jatuh ke 7,25 per dolar AS dalam tiga bulan sebelum pulih menuju 7,15 per dolar selama enam bulan dan 7 per dolar dalam satu tahun. Itu naik dari target 7,15 per dolar, sebelumnya 7,05 dan 6,90.

Yuan sedikit berubah sekitar 7,14 per dolar dalam perdagangan luar negeri Senin. Level ini telah jatuh sekitar 1% terhadap greenback selama sebulan terakhir.

Meski begitu, tindakan Gedung Putih saat konferensi pers Jumat Donald Trump di Hong Kong adalah ringan, dan tidak boleh dianggap sebagai eskalasi yang berarti, tulis para ahli strategi.

"Kami tidak mengharapkan ketegangan bilateral baru-baru ini meningkat ke tingkat 2019, dengan limpahan ke pasar jauh di luar Asia non-Jepang," kata mereka.



TERBARU

[X]
×