kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.024   -64,00   -0,35%
  • IDX 6.064   22,49   0,37%
  • KOMPAS100 797   6,39   0,81%
  • LQ45 605   5,04   0,84%
  • ISSI 210   -0,12   -0,05%
  • IDX30 341   2,35   0,69%
  • IDXHIDIV20 425   2,65   0,63%
  • IDX80 91   0,78   0,87%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,76   0,70%

Hubungan China-AS berada di persimpangan jalan baru


Sabtu, 02 Januari 2021 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Menlu China Wang Yi mengatakan hubungan dengan AS di persimpangan jalan baru


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SHANGHAI. Menteri Luar Negeri dan Diplomat Senior China Wang Yi mengatakan, hubungan China dengan Amerika Serikat (AS) telah menuju persimpangan jalan baru dan dapat kembali ke jalur yang benar setelah periode kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Sabtu (2/1),  Wang mengatakan, hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia semakin tegang di tengah serangkaian sengketa perdagangan, hak asasi manusia, dan asal-usul Covid-19.

Dalam langkah terbarunya, Amerika Serikat memasukkan daftar hitam lusinan perusahaan China yang dikatakan memiliki hubungan dengan militer.

Mengutip Reuters, Wang, yang juga anggota dewan negara China, mengatakan dalam wawancara bersama dengan kantor berita Xinhua dan outlet media pemerintah lainnya bahwa kebijakan AS baru-baru ini terhadap China telah merugikan kepentingan kedua negara dan membawa bahaya besar bagi dunia.

Baca Juga: Ini Penilaian Diplomat China tentang Hubungan Negerinya dengan AS

Tapi sekarang ada kesempatan bagi kedua belah pihak untuk membuka jendela harapan baru dan memulai babak baru dialog, katanya.

Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS secara luas diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara Washington dan Beijing setelah empat tahun ketegangan yang meningkat di bawah pemerintahan Donald Trump.

Bulan lalu, Wang mengatakan dia berharap pemilihan Biden akan memungkinkan kebijakan AS China untuk kembali ke objektivitas dan rasionalitas.

Namun, Presiden terpilih Biden, yang akan menjabat pada 20 Januari, terus mengkritik China karena pelanggarannya pada perdagangan dan masalah lainnya.

Baca Juga: Patuhi perintah eksekutif AS, NYSE akan delisting perusahaan telekomunikasi China




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×