kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.090   2,00   0,01%
  • IDX 6.073   30,67   0,51%
  • KOMPAS100 794   4,03   0,51%
  • LQ45 603   3,25   0,54%
  • ISSI 211   0,58   0,28%
  • IDX30 341   1,71   0,51%
  • IDXHIDIV20 424   1,85   0,44%
  • IDX80 91   0,50   0,56%
  • IDXV30 116   0,43   0,38%
  • IDXQ30 109   0,56   0,51%

Perang AS-Iran Makin Bikin Was-Was, Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Kamis (16/7)


Kamis, 16 Juli 2026 / 08:18 WIB
Perang AS-Iran Makin Bikin Was-Was, Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Kamis (16/7)
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga minyak mentah dunia naik empat hari berturut-turut pada Kamis (16/7/2026), setelah gelombang serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap instalasi militer Iran memicu kekhawatiran akan konflik skala penuh dan gangguan pasokan di Selat Hormuz.

AS menyerang pertahanan pantai dan situs rudal Iran pada Rabu (15/6/2026), setelah memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran. Sementara Iran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi regional.  Iran juga menyatakan bahwa mereka terlibat dalam "perang eksistensial" dengan Amerika.

Kamis (16/7/2026), harga minyak mentah Brent berjangka naik 33 sen atau 0,4% menjadi US$ 85,28 per barel pada pukul 00.26 GMT. Sementara harga minyak mentah Texas Intermediate Barat AS naik 42 sen atau 0,5% menjadi US$ 80,02 per barel.

Baca Juga: Reli Harga Minyak Terus Berlanjut, Seiring Memburuknya Permusuhan di Timur Tengah

Kedua patokan harga minyak tersebut naik sekitar 0,3% pada Rabu dan berada di dekat level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Selasa.

"Dengan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah, pembelian menjadi pendorong utama," kata Hiroyuki Kikukawa, kepala strategi Nissan Securities Investment seperti dilansir Reuters.

“Meskipun upaya mediasi oleh negara-negara tetangga terus berlanjut dan pandangan konsensus adalah bahwa perang skala penuh tidak mungkin terjadi, harga WTI masih bisa naik hingga US$ 85–US$ 87 tergantung pada bagaimana konflik berkembang,” imbuhnya.

Harga minyak telah naik minggu ini karena serangan memperdalam gangguan pasokan di Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang dimulai.

Permusuhan antara Iran dan AS kembali berkobar minggu lalu, mengikis gencatan senjata yang sudah rapuh yang dicapai pada bulan Juni setelah beberapa bulan pertempuran.

Para analis mengatakan Iran telah memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menggunakan sekutu Houthi di Yaman untuk menutup jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah, membuka front baru melawan Washington dan membahayakan dua jalur energi terpenting di dunia.

Baca Juga: CEO JPMorgan: AI Canggih Berisiko Tinggi, Akses Harus Dibatasi

Goldman Sachs mengatakan Brent bisa melebihi US$ 110 pada kuartal keempat jika pemulihan ekspor Teluk terus terhenti. Namun, bisa turun ke kisaran US$ 60-an pada akhir tahun jika ketegangan mereda dan produksi pulih lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sementara itu, Badan Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah turun 1,7 juta barel pada pekan hingga 10 Juli, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,6 juta barel.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×