kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.528   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laporan CIA: Iran Bisa Bertahan dari Blokade AS hingga Empat Bulan


Sabtu, 09 Mei 2026 / 03:51 WIB
Laporan CIA: Iran Bisa Bertahan dari Blokade AS hingga Empat Bulan
ILUSTRASI. Analisis intelijen AS ungkap Iran bisa bertahan 4 bulan hadapi blokade. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Upaya mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran tampak mengalami kebuntuan ketika kedua pihak kembali saling menyerang di kawasan Teluk pada Jumat (8/5/2026). Di saat yang sama, sebuah analisis intelijen AS menyimpulkan bahwa Teheran masih mampu bertahan menghadapi blokade laut selama empat bulan ke depan.

Reuters memberitakan, penilaian CIA juga menyebut kampanye pengeboman Amerika Serikat terhadap Iran,  yang sebelumnya dipuji Presiden AS Donald Trump sebagai keberhasilan, gagal memaksa para pemimpin Iran menyerah. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat AS yang mengetahui isi analisis tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.

Analisis itu mengindikasikan konflik kemungkinan tidak akan segera berakhir, meskipun Trump berupaya mengakhiri perang yang dinilai tidak populer di kalangan pemilih Amerika.

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi peningkatan bentrokan terbesar di sekitar Selat Hormuz sejak gencatan senjata diberlakukan sebulan lalu. Uni Emirat Arab juga kembali menjadi sasaran serangan pada Jumat. Washington kini menunggu respons Teheran terhadap proposal AS yang bertujuan mengakhiri perang secara resmi sebelum membahas isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir Iran.

“Kami mungkin akan mengetahui jawabannya hari ini,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan di Roma. “Kami sedang menunggu respons dari mereka.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran masih mempertimbangkan responsnya. Hingga Jumat sore waktu Washington, menjelang tengah malam di Tehran, belum ada jawaban resmi dari Iran.

Baca Juga: AS Melunak Soal Resolusi PBB untuk Iran, China dan Rusia Diperkirakan Tetap Veto

Bentrokan Sporadis di Selat Hormuz

Sementara itu, bentrokan sporadis antara pasukan Iran dan kapal-kapal AS kembali terjadi di Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars.

Kantor berita Tasnim kemudian mengutip sumber militer Iran yang menyatakan situasi telah mereda, namun memperingatkan kemungkinan bentrokan lanjutan masih ada.

Militer AS mengatakan pihaknya menyerang dua kapal yang terkait dengan Iran saat mencoba memasuki sebuah pelabuhan Iran. Sebuah jet tempur AS disebut menyerang cerobong asap kapal tersebut hingga memaksa mereka berbalik arah.

Iran sebagian besar telah memblokir pelayaran non-Iran melalui Selat Hormuz sejak perang dimulai akibat serangan udara gabungan AS-Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari. Amerika Serikat sendiri memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran bulan lalu.

Harga minyak dunia naik, dengan kontrak minyak mentah Brent berada di atas US$ 101 per barel, meskipun secara mingguan masih turun lebih dari 6%.

Trump pada Kamis mengatakan gencatan senjata masih tetap bertahan meski terjadi ketegangan baru di selat yang sebelum perang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia tersebut.

UEA Klaim Cegat Rudal dan Drone Iran

Konfrontasi tidak hanya terjadi di laut. Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menghadang dua rudal balistik dan tiga drone yang diluncurkan Iran pada Jumat. Tiga orang dilaporkan mengalami luka sedang.

Selama perang berlangsung, Iran berulang kali menargetkan UEA dan negara-negara Teluk lainnya yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Dalam apa yang disebut UEA sebagai “eskalasi besar”, Iran meningkatkan serangan pekan ini setelah Trump mengumumkan “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz, sebelum akhirnya menghentikan operasi itu setelah 48 jam.

Tonton: AS dan Iran Kembali Baku Tembak di Selat Hormuz! Trump: “Cuma Love Tap”

Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata

Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang sebelumnya relatif bertahan sejak diumumkan pada 7 April. Ketegangan kembali meningkat setelah Trump mengumumkan, lalu menunda, misi angkatan laut untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Setiap kali solusi diplomatik tersedia, AS justru memilih petualangan militer yang ceroboh,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Jumat.

Kantor berita Mehr melaporkan satu awak kapal tewas, 10 lainnya luka-luka, dan empat orang hilang setelah serangan Angkatan Laut AS terhadap kapal dagang Iran pada Kamis malam.

Usai bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Marco Rubio mempertanyakan mengapa Italia dan sekutu lainnya belum mendukung upaya Washington membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

“Apakah kalian akan menormalisasi sebuah negara yang mengklaim menguasai jalur perairan internasional? Jika itu dinormalisasi, maka preseden seperti ini akan terulang di banyak tempat lain,” kata Rubio.

Tabel Ringkasan Situasi

Topik Keterangan
Temuan CIA Iran mampu bertahan dari blokade laut AS hingga 4 bulan
Penilaian Intelijen Serangan AS belum membuat Iran menyerah
Lokasi Konflik Selat Hormuz dan kawasan Teluk
Respons Iran Masih mempertimbangkan proposal AS
Kondisi Gencatan Senjata Masih berlaku tetapi semakin rapuh
Serangan Terbaru Bentrokan kapal, rudal, dan drone
Dampak Ekonomi Harga minyak Brent naik di atas US$101 per barel
Negara Terdampak Iran, AS, Uni Emirat Arab, negara-negara Teluk
Isu Utama Kebebasan navigasi dan program nuklir Iran




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×