kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.081   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

CEO JPMorgan: AI Canggih Berisiko Tinggi, Akses Harus Dibatasi


Kamis, 16 Juli 2026 / 07:51 WIB
CEO JPMorgan: AI Canggih Berisiko Tinggi, Akses Harus Dibatasi
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menilai risiko yang ditimbulkan model kecerdasan buatan (AI) Mythos besutan Anthropic merupakan persoalan serius yang memerlukan pengawasan ketat.

Pernyataan itu mempertegas meningkatnya kekhawatiran terhadap penggunaan AI canggih yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan keamanan maupun militer.

Berbicara dalam Pennsylvania Defense and Innovation Summit yang diselenggarakan Senator Dave McCormick pada Rabu (15/7), Dimon mengatakan pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menangani persoalan tersebut. 

Baca Juga: Donald Trump Gugat JPMorgan dan CEO Jamie Dimon, Ini Duduk Perkaranya

Menurutnya, akses terhadap kemampuan AI tingkat lanjut tidak boleh diberikan secara bebas. "Risiko yang ditimbulkan Mythos adalah isu yang nyata," 

Dimon mengibaratkan pemberian akses AI canggih tanpa pembatasan seperti menyerahkan rudal balistik kepada individu. Menurut dia, kemampuan AI semacam itu harus dikendalikan agar tidak disalahgunakan.

Anthropic, perusahaan AI yang berbasis di AS, meluncurkan Mythos pada April lalu kepada kelompok pengguna terbatas, termasuk JPMorgan. 

Model AI tersebut menarik perhatian industri perbankan karena dinilai memiliki kemampuan sangat tinggi dalam mendeteksi celah keamanan siber, sehingga membantu perusahaan mengidentifikasi dan menutup kerentanan sistem lebih cepat.

Namun, kemampuan tersebut juga memunculkan kekhawatiran. Pada Juni lalu, pemerintah AS memerintahkan Anthropic membatasi akses terhadap model AI andalannya, Fable 5 dan Mythos 5, bagi warga negara asing dengan alasan keamanan nasional.

Kebijakan itu sempat menghentikan akses global terhadap model-model tersebut.

Baca Juga: Gaji CEO JPMorgan Jamie Dimon Naik Menjadi Lebih dari Rp 700 Miliar pada 2025

Pembatasan tersebut kemudian dicabut setelah Anthropic menerapkan serangkaian langkah pengamanan tambahan yang diminta pemerintah.

Kekhawatiran terhadap keamanan AI semakin meningkat seiring berkembangnya model yang mampu menemukan celah perangkat lunak dengan tingkat akurasi tinggi. 

Pemerintah AS pun memperketat pengawasan terhadap peluncuran model AI baru karena khawatir teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen maupun militer oleh negara-negara seperti China, Rusia, dan pihak lain yang dianggap berisiko.

Baca Juga: Profil Jamie Dimon: CEO JPMorgan, Bankir Paling Berpengaruh di Wall Street

Hingga di luar jam kerja pada Rabu, Anthropic belum memberikan tanggapan atas pernyataan Dimon.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×