kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

CEO JPMorgan Peringatkan Batas Bunga Kartu Kredit Trump Bisa Picu Bencana Ekonomi


Rabu, 21 Januari 2026 / 20:34 WIB
CEO JPMorgan Peringatkan Batas Bunga Kartu Kredit Trump Bisa Picu Bencana Ekonomi
ILUSTRASI. Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase ( REUTERS/Brian Snyder)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan rencana pembatasan suku bunga kartu kredit di Amerika Serikat (AS) berpotensi memicu dampak serius bagi perekonomian. 

Menurutnya, kebijakan tersebut justru akan menghambat akses kredit bagi mayoritas masyarakat.

Berbicara dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Rabu (21/1/2026), Dimon menilai usulan pembatasan bunga kartu kredit maksimal 10% yang disampaikan Presiden AS Donald Trump sebagai kebijakan yang keliru. 

Baca Juga: Trump Usul Batas Bunga Kartu Kredit 10%, Analis Nilai Sulit Disahkan

Ia menyebut dampaknya bisa sangat luas dan merugikan. “Sekitar 80% warga Amerika berisiko kehilangan akses ke kredit jika kebijakan ini diterapkan,” kata Dimon.

Trump sebelumnya mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit awal bulan ini. 

Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme penerapan kebijakan tersebut.

Sejumlah analis Wall Street menilai, rencana itu membutuhkan payung undang-undang dan peluang untuk disetujui parlemen tergolong kecil.

Industri perbankan pun secara terbuka menolak wacana tersebut. Pelaku industri menilai pembatasan bunga akan menekan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit, terutama kepada nasabah berisiko menengah dan rendah.

Baca Juga: Trump Serukan Pembatasan Bunga Kartu Kredit, Bank-Bank di Wall Steet Hadapi Ujian

Dimon menegaskan, dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh penerbit kartu kredit, tetapi juga sektor ekonomi lainnya yang bergantung pada transaksi berbasis kredit.

“Pihak yang paling terdampak bukan perusahaan kartu kredit, melainkan restoran, peritel, perusahaan perjalanan, sekolah, hingga pemerintah daerah,” ujar Dimon.

Baca Juga: Donald Trump Minta Bunga Kartu Kredit Dibatasi 10% Per Tahun

Menurutnya, pembatasan bunga justru dapat mempersempit perputaran ekonomi karena konsumen kehilangan fleksibilitas pembiayaan. Hal ini berpotensi menekan konsumsi, investasi, dan aktivitas usaha secara luas.

JPMorgan Chase sendiri merupakan bank terbesar di Amerika Serikat, dengan bisnis kartu kredit sebagai salah satu pilar utamanya. 

Pernyataan Dimon mencerminkan kekhawatiran industri keuangan terhadap kebijakan populis yang dinilai berisiko mengganggu stabilitas sistem kredit.

Selanjutnya: Sebanyak 28 Izin Perusahaan Dicabut Satgas PKH, Dampak Ekonomi Menanti

Menarik Dibaca: 5 Khasiat Minum Jus Apel untuk Kesehatan Tubuh yang Luar Biasa




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×