Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimal 10% menyita perhatian publik. Namun, para analis Wall Street menilai rencana tersebut memerlukan dasar undang-undang dan memiliki peluang kecil untuk disahkan.
Kartu kredit merupakan pilar penting dalam sistem keuangan konsumen di Amerika Serikat. Instrumen ini memberikan fleksibilitas akses kredit bagi rumah tangga, tetapi sering kali dibarengi suku bunga tinggi yang membuat saldo utang menjadi mahal jika tidak segera dilunasi.
Bagi perbankan dan penerbit kartu, tingginya suku bunga dan biaya terkait menjadi salah satu sumber keuntungan utama.
Selama bertahun-tahun, perdebatan di Washington terus berlangsung mengenai apakah pembatasan suku bunga benar-benar akan melindungi konsumen atau justru membatasi akses kredit.
Baca Juga: Analis Wall Street Skeptis Usulan Trump Batasi Bunga Kartu Kredit 10%
Di satu sisi, kebijakan tersebut dinilai dapat meringankan beban masyarakat. Namun di sisi lain, dikhawatirkan dapat membuat lembaga keuangan lebih selektif dalam menyalurkan kredit.
Trump pada Jumat menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10% selama satu tahun, yang direncanakan mulai berlaku pada 20 Januari. Meski demikian, ia tidak merinci mekanisme penerapan kebijakan tersebut maupun cara memastikan kepatuhan perusahaan.
“Meski ini meningkatkan risiko pemberitaan bagi penerbit kartu kredit, kami meyakini pembatasan suku bunga kartu hanya dapat dilakukan melalui Kongres, bukan melalui perintah eksekutif,” tulis analis TD Cowen dalam sebuah catatan.
“Mengingat pengalaman sebelumnya, kami menilai peluang pengesahan pembatasan suku bunga secara nasional di tingkat federal sangat kecil,” tambah perusahaan pialang tersebut.
Isu keterjangkauan biaya hidup kini menjadi perhatian utama menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Para pemilih semakin menyoroti tingginya harga kebutuhan sehari-hari dan beban keuangan rumah tangga.
Baca Juga: Wall Street Bersiap Reli di Perdagangan Perdana 2026, Sentimen Risiko Membaik
Menurut perusahaan jasa keuangan konsumen Bankrate, rata-rata suku bunga kartu kredit di AS saat ini berada di kisaran 19,65%.
Jutaan warga Amerika membawa saldo kartu kredit dari bulan ke bulan, dengan rumah tangga berpendapatan rendah lebih cenderung mengandalkan kartu kredit untuk belanja harian dan menghadapi suku bunga yang lebih tinggi.
Tingginya suku bunga membuat saldo utang kartu kredit dapat meningkat dengan cepat apabila tidak dilunasi setiap bulan.
“Kami menilai Presiden memiliki kewenangan yang sangat terbatas untuk menerapkan kebijakan ini secara sepihak,” ujar analis Barclays, seraya menambahkan bahwa upaya serupa sebelumnya gagal memperoleh dukungan di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat.
Pandangan tersebut juga diamini oleh analis Jefferies, yang menyebut kebijakan semacam ini secara historis minim dukungan Kongres dan, jika pun diupayakan, tetap memerlukan langkah legislatif atau perintah eksekutif yang kompleks.













