kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Hukum Beijing, Trump bakal larang maskapai China terbang ke AS


Rabu, 03 Juni 2020 / 21:37 WIB
Hukum Beijing, Trump bakal larang maskapai China terbang ke AS
ILUSTRASI. Seorang karyawan mengenakan topeng wajah terlihat di belakang meja maskapai China Eastern di Bandara Internasional Daxing Beijing, saat negara tersebut dilanda wabah virus corona baru, di Beijing, China, 20 Februari 2020. REUTERS/Tingshu Wang


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Donald Trump berencana untuk melarang maskapai China terbang ke Amerika Serikat (AS) mulai pertengahan Juni. Ini untuk menekan Beijing mengizinkan maskapai AS melanjutkan penerbangan ke China.

Tiga pejabat pemerintah dan maskapai AS kepada Reuters mengatakan, langkah tersebut untuk menghukum China, setelah Beijing gagal mematuhi perjanjian yang ada tentang penerbangan antara dua ekonomi terbesar dunia itu. 

Hubungan antara kedua negara juga memburuk dalam beberapa bulan terakhir di tengah peningkatan ketegangan seputar pandemi virus corona baru.

Baca Juga: Drama baru, AS tuduh Beijing telah membuat maskapainya tak bisa terbang ke China

Gedung Putih dan Departemen Transportasi AS menolak mengomentari rencana larangan itu.

Hanya, larangan tersebut datang setelah Pemerintahan Trump pada 22 Mei lalu menuduh China membuat kebijakan mustahil bagi maskapai AS untuk melanjutkan layanan ke Cina, dan memerintahkan empat maskapai China untuk membuat jadwal penerbangan dengan Pemerintah AS.

Rencananya, larangan penerbangan itu berlaku mulai 16 Juni tetapi masih bisa mundur, menurut tiga pejabat pemerintah dan maskapai AS  berbicara dengan syarat anonimitas. 

Baca Juga: Larang peringatan Lapangan Tiananmen, AS: China berangus suara Hong Kong

Delta Airlines dan United Airlines telah mengajukan permohonan untuk melanjutkan penerbangan ke China bulan ini, bahkan ketika perusahaan penerbangan China tetap terbang ke AS selama pandemi virus corona.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×