kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.744   21,00   0,12%
  • IDX 6.439   -63,00   -0,97%
  • KOMPAS100 838   -10,18   -1,20%
  • LQ45 635   -6,53   -1,02%
  • ISSI 227   -1,83   -0,80%
  • IDX30 355   -3,22   -0,90%
  • IDXHIDIV20 433   -3,10   -0,71%
  • IDX80 96   -1,12   -1,15%
  • IDXV30 120   -1,13   -0,93%
  • IDXQ30 113   -0,78   -0,69%

Hyundai Tambah Kapasitas Produksi 1,27 Juta Unit hingga 2030, Bidik Margin di Atas 9%


Rabu, 26 Agustus 2026 / 14:00 WIB
Hyundai Tambah Kapasitas Produksi 1,27 Juta Unit hingga 2030, Bidik Margin di Atas 9%
ILUSTRASI. Hyundai Motor menyiapkan ekspansi besar hingga 2030 dengan meningkatkan kapasitas produksi global sekaligus memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi (REUTERS/Andrew Kelly)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – SEOUL. Hyundai Motor menyiapkan ekspansi besar hingga 2030 dengan meningkatkan kapasitas produksi global sekaligus memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi, terutama hybrid di pasar Amerika Serikat. Strategi tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat.

Produsen otomotif asal Korea Selatan tersebut pada Rabu (26/8/2026) mengumumkan rencana menambah 1,27 juta unit kapasitas produksi hingga 2030. Hyundai juga menaikkan target margin operasi konsolidasi menjadi di atas 9% dalam empat tahun mendatang.

Hyundai menargetkan meluncurkan atau memperbarui lebih dari 100 model kendaraan secara global hingga 2030. Lebih dari separuh model tersebut akan menyasar pasar Amerika Utara.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Hyundai untuk merebut kembali pangsa pasar dari para pesaing sekaligus masuk ke segmen kendaraan yang selama ini belum banyak digarap.

Perluas Kendaraan Hybrid dan EREV

Salah satu model baru yang disiapkan Hyundai adalah Santa Fe Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Kendaraan tersebut akan menjadi model EREV pertama Hyundai yang diproduksi di fasilitas perusahaan di Alabama, Amerika Serikat.

Hyundai juga akan memperkenalkan model hybrid premium sebagai bagian dari ekspansi produknya.

Perusahaan menyebut strategi tersebut sebagai "ofensif produk di setiap kawasan", termasuk dengan membidik segmen pasar yang selama ini belum banyak memiliki kehadiran merek Hyundai.

"Segmen-segmen ini menyumbang sekitar 29% dari seluruh penjualan otomotif, yang menunjukkan peluang pertumbuhan yang signifikan," kata Hyundai.

Hyundai sebelumnya memperkirakan margin operasi konsolidasi pada 2030 berada di kisaran 8%-9%. Kini, perusahaan menaikkan target tersebut menjadi di atas 9%.

Sementara itu, Hyundai tetap mempertahankan proyeksi margin operasi 2026 pada kisaran 6,3%-7,3%.

Target Penjualan 5,55 Juta Kendaraan

Hyundai juga kembali menegaskan target penjualan global sebanyak 5,55 juta kendaraan pada 2030. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 6% pangsa pasar otomotif global.

Kendaraan elektrifikasi diproyeksikan menyumbang 60% dari total penjualan Hyundai pada 2030, meningkat signifikan dibandingkan kontribusinya yang sebesar 23% pada 2025.

CEO Hyundai Motor Jose Munoz menilai posisi fundamental perusahaan saat ini semakin kuat.

"Fundamental kami belum pernah sekuat ini," ujar Munoz, sembari menyoroti posisi global Hyundai Motor Group.

Hyundai Motor bersama afiliasinya, Kia Corp, saat ini merupakan produsen otomotif terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan.

Harga BBM Dorong Permintaan Hybrid di AS

Ekspansi Hyundai di Amerika Serikat berlangsung ketika kenaikan harga bensin akibat perang Iran turut meningkatkan minat konsumen terhadap kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, terutama mobil hybrid.

Berdasarkan data Cox Automotive, sekitar 56% calon pembeli mobil di AS mengatakan kenaikan harga bensin membuat mereka lebih tertarik mempertimbangkan kendaraan hybrid.

Sementara itu, data Omdia menunjukkan penjualan kendaraan hybrid di Amerika Serikat meningkat 19% pada semester pertama 2026.

Hyundai bahkan mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan hybrid sebesar 71% pada kuartal II 2026.

Kondisi tersebut memberikan peluang bagi Hyundai untuk mempercepat ekspansi kendaraan hybrid di pasar AS sebagai bagian dari strategi elektrifikasi perusahaan.

Ekspansi AS Menghadapi Risiko Kebijakan Perdagangan

Meski demikian, ekspansi Hyundai di Amerika Utara juga menghadapi risiko kebijakan perdagangan.

Salah satu perhatian utama adalah peninjauan terhadap United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) yang mengatur akses bebas bea bagi kendaraan dan komponen yang diperdagangkan di kawasan Amerika Utara.

Pejabat AS belum memastikan perpanjangan otomatis perjanjian tersebut. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan adanya peninjauan tahunan dan ketidakpastian bagi investasi padat modal yang bergantung pada rantai pasok lintas negara.

Hyundai Masuk Bisnis Robot dan Robotaxi

Selain memperluas bisnis otomotif, Hyundai juga mulai mengembangkan sejumlah bisnis baru, termasuk robotika, kendaraan otonom, dan robotaxi.

Hyundai mengatakan pengiriman kendaraan IONIQ 5 kepada Waymo milik Alphabet untuk digunakan sebagai robotaxi akan dimulai pada kuartal IV 2026.

Sementara itu, perusahaan patungan Hyundai, Motional, dijadwalkan meluncurkan layanan komersial kendaraan tanpa pengemudi pada akhir tahun ini, dengan Las Vegas sebagai lokasi awal.

Hyundai juga menargetkan mulai memproduksi robot di Amerika Serikat pada 2028, dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 30.000 unit.

Perusahaan berencana menggunakan robot humanoid Atlas buatan Boston Dynamics di fasilitas Hyundai Georgia Metaplant mulai 2028.

Hyundai saat ini juga menguji penggunaan robot humanoid dalam proses produksi kendaraan melalui fasilitas di Georgia yang dirancang untuk mereplikasi kondisi lantai pabrik.

Siapkan Data Center AI 100 MW

Transformasi Hyundai menuju kendaraan berbasis perangkat lunak dan teknologi otonom juga akan didukung pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.

Hyundai berencana mengoperasikan data center AI berkapasitas 100 megawatt mulai 2029. Fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas lebih dari 50.000 graphics processing units (GPU).

Investasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan kendaraan yang semakin mengandalkan perangkat lunak serta sistem kendaraan otonom.

Hyundai Siapkan Aksi Korporasi

Di sisi lain, Hyundai Motor menyatakan akan membatalkan saham treasuri senilai sekitar 789 miliar won atau sekitar US$570 juta.

Perusahaan tetap mempertahankan target rasio pembayaran kepada pemegang saham minimal 35%.

Namun, respons pasar terhadap pengumuman strategi tersebut justru negatif. Saham Hyundai Motor sempat memperlebar penurunan hingga 3,3%, sementara indeks acuan KOSPI pada saat yang sama justru menguat sekitar 1,3%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×