kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.109   79,00   0,44%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

IHW 2026 Jadi Ajang Perluas Investasi dan Kolaborasi Sektor Kesehatan


Kamis, 09 Juli 2026 / 10:53 WIB
IHW 2026 Jadi Ajang Perluas Investasi dan Kolaborasi Sektor Kesehatan
ILUSTRASI. IHW 2026 Jadi Ajang Perluas Investasi dan Kolaborasi Sektor Kesehatan (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. International Healthcare Week (IHW) 2026 berlangsung di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, pada 8-10 Juli 2026. Pameran industri kesehatan ini diikuti lebih dari 1.200 perusahaan dari lebih dari 100 negara dan ditargetkan menarik lebih dari 26.000 pengunjung.

Pameran yang diselenggarakan Informa Markets (Thailand) tersebut mempertemukan pelaku industri farmasi, alat kesehatan, teknologi medis, laboratorium, hingga wellness. Selain pameran, acara ini juga menjadi ajang business matching untuk membuka peluang investasi dan kerja sama di sektor kesehatan.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, penyelenggaraan IHW 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah menjadikan sektor kesehatan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new growth engine).

“Kami berkomitmen menjadikan industri kesehatan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Tujuan kami memperkuat posisi Thailand sebagai Global Medical Hub melalui peningkatan standar produk, inovasi layanan kesehatan, dan pengembangan Healthcare Economy,” ujar Anutin saat membuka IHW 2026 di Bangkok, Rabu (8/7/2026).

Anutin mengatakan tantangan ekonomi global tidak dapat dihadapi oleh satu negara saja. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok industri kesehatan sekaligus membuka peluang investasi.

“Keberhasilan membutuhkan kerja sama internasional. Kemitraan yang dibangun dalam ajang ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan melalui kolaborasi di bidang kesehatan dan teknologi,” katanya.

Baca Juga: Saham Luxshare Anjlok pada Debut IPO Terbesar Hong Kong Tahun Ini

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Thailand Pattana Prompat mengatakan IHW 2026 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi pemerintah dan swasta dalam mengembangkan ekonomi kesehatan.

Sementara itu, Chairman Informa Markets (Thailand) Manu Leopairote mengatakan IHW 2026 menggabungkan empat pameran internasional, yakni CPHI South East Asia, World Health Expo (WHX) Bangkok, Medtec Southeast Asia, dan Thailand Medical & Wellness Expo 2026.

“Melalui penyelenggaraan IHW 2026, kami ingin memperkuat industri kesehatan Thailand dan ASEAN sekaligus membuka lebih banyak peluang investasi dan kerja sama internasional,” ujar Manu.

Di sela penyelenggaraan IHW 2026, Business Development Manager Sanner Group, Noviyan Permadi, profesional asal Tanah Air yang menangani pengembangan bisnis perusahaan di kawasan Asia Pasifik, mengatakan Sanner tengah mengkaji peluang memperluas investasinya di Indonesia.

Sanner Group merupakan perusahaan asal Jerman yang memproduksi solusi kemasan untuk industri farmasi, kesehatan, dan consumer goods. Saat ini, perusahaan masih melakukan studi kelayakan (feasibility study) terkait kemungkinan membangun fasilitas produksi di Indonesia.

“Rencana pasti ada. Saat ini kami masih melakukan feasibility study karena investasi ini bersifat jangka panjang,” ujarnya saat ditemui di IHW 2026, Rabu (8/7).

Saat ini, Sanner memasok produk untuk pasar Asia Pasifik melalui fasilitas produksinya di China. Produk yang dipasarkan didominasi kemasan farmasi yang dilengkapi desiccant berbahan silica gel untuk menjaga kualitas produk tanpa bersentuhan langsung dengan obat.

Baca Juga: Paramount Tunda Akuisisi Warner Bros hingga Setelah 22 Juli

“Sekitar 80%-85% penjualan perusahaan berasal dari industri farmasi. Selebihnya berasal dari segmen kosmetik dan industri lainnya,” ujar Noviyan.

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar utama Sanner di kawasan ASEAN bersama Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Namun, hingga kini perusahaan belum memiliki fasilitas produksi di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat Sanner belum dapat mengikuti sejumlah proyek pemerintah yang mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Karena belum memiliki pabrik di Indonesia, kami lebih banyak menyasar pasar swasta,” katanya.

Meski begitu, Indonesia tetap menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan. Selain didukung jumlah penduduk yang besar, kebutuhan terhadap produk kesehatan dan farmasi dinilai terus meningkat.

“Indonesia memiliki populasi yang besar sehingga tetap menjadi pasar yang kami pertimbangkan untuk pengembangan bisnis ke depan,” tuturnya.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×