Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Volume impor kontainer Amerika Serikat mengalami penurunan pada April 2026 di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan meningkatnya risiko geopolitik global.
Penyedia teknologi rantai pasok, Descartes Systems Group, pada Jumat melaporkan bahwa impor kontainer AS turun 5,5% secara tahunan pada April.
Penurunan tersebut terjadi seiring dampak kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang berubah-ubah, ditambah meningkatnya tensi geopolitik setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi distribusi energi global. Gangguan di kawasan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran rantai pasok internasional dan biaya logistik global.
Baca Juga: Sengketa Masker Ghostface “Scream” Berakhir Damai di Pengadilan AS
Data Descartes menunjukkan pelabuhan laut AS menangani sebanyak 2.277.965 TEUs (twenty-foot equivalent units) pada April 2026. Jumlah itu turun 3,2% dibandingkan Maret 2026 dan menjadi penurunan bulanan pertama pada April sejak 2022.
Meski demikian, volume impor kontainer bulan lalu masih sekitar 19% lebih tinggi dibandingkan level sebelum pandemi pada April 2019. Menurut Descartes, kondisi tersebut mencerminkan “ketahanan permintaan domestik yang masih berlanjut” di AS.
Namun secara kumulatif sepanjang 2026, impor kontainer AS tercatat turun 5%.
Sementara itu, impor kontainer asal China ke AS anjlok 15,3% secara tahunan menjadi 680.778 TEUs pada April 2026. Penurunan ini menunjukkan dampak berlanjut dari ketegangan perdagangan antara AS dan China serta penyesuaian rantai pasok global.
Baca Juga: China Naikkan Harga BBM Mulai 9 Mei di Tengah Gejolak Minyak Global
Descartes menilai importir AS kemungkinan akan memperoleh “dorongan arus kas jangka pendek” setelah lembaga Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mulai mengeluarkan pengembalian tarif pertama sejak 12 Mei.
Meski demikian, perusahaan tersebut memperingatkan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan dan tekanan biaya diperkirakan masih akan berlanjut karena tarif pengganti tetap diberlakukan.
Tren impor kontainer kerap digunakan sebagai indikator kesehatan ekonomi AS. Volume impor biasanya meningkat saat ekonomi kuat dan menurun ketika aktivitas ekonomi melemah.













