Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ditutup menguat tipis karena memangkas kenaikan pada awal perdagangan pada hari ini. Sentimen datang karena saham produsen chip berbalik melemah di tengah kekhawatiran tentang imbal hasil obligasi yang tinggi dan meningkatnya konflik antara AS dan Iran.
Kamis (3/9/2026), indeks acuan KOSPI ditutup naik 16,76 poin atau 0,26% pada 6.579,48, setelah sebelumnya menguat hingga 1,8% pada sesi perdagangan.
Selama sesi perdagangan hari ini, indeks KOSPI sempat turun hingga 1,9%.
Pada perdagangan hari ini, saham produsen chip Samsung Electronics ditutup turun 0,20% dan saham pesaingnya, SK Hynix, melemah 1,05%, menghapus kenaikan di awal perdagangan.
Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 2,75% untuk Ketujuh Kalinya
"Sentimen menghindari risiko meningkat di pasar global dengan yen tiba-tiba menguat tajam pada perdagangan sore hari di tengah imbal hasil obligasi yang sudah berada pada level tinggi," kata Seo Sang-young, analis di Mirae Asset Securities.
Kekhawatiran akan peningkatan eskalasi kembali mencekam Timur Tengah pada hari Rabu setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan terbesar sejak Juli, dengan Washington menyerang pantai selatan Iran dan Teheran menembaki pangkalan-pangkalan AS di seluruh wilayah tersebut.
Di antara saham-saham unggulan lainnya, saham produsen baterai LG Energy Solution melonjak 5,18% dengan saham Hyundai Motor dan perusahaan saudaranya, Kia Corp, masing-masing naik 1,46% dan 2,41%.
Saham produsen baja, POSCO Holdings, naik 3,64% dan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 1,60%.
Dari total 909 saham yang diperdagangkan, 425 saham naik, sementara 432 saham turun.
Investor asing melakukan penjualan bersih saham senilai 499,6 miliar won atau setara US$ 367,68 juta.
Baca Juga: Penciptaan Lapangan Kerja di Sektor Jasa India Mencapai level Tertinggi 15 Bulan
Won Korea Selatan dikutip pada 1.359,3 per dolar di platform penyelesaian domestik, 0,01% lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1.359,2.
Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka September untuk obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,17 poin menjadi 103,12.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tiga tahun yang paling likuid turun 4,6 basis poin menjadi 3,894%, sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun 3,6 basis poin menjadi 4,368%.














