Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Aktivitas sektor jasa India kembali menguat pada Agustus 2026, didukung peningkatan output dan arus bisnis baru. Namun, meski pertumbuhan membaik dibandingkan Juli, laju ekspansi masih menjadi salah satu yang terlemah dalam lebih dari empat tahun.
Menurut hasil survei S&P Global dan HSBC yang dipublikasikan Kamis (3/9/2026), Purchasing Managers Index (PMI) aktivitas bisnis sektor jasa India yang telah disesuaikan secara musiman naik dari 53,3 pada Juli menjadi 54,1 pada Agustus. Angka tersebut masih sedikit di bawah rata-rata jangka panjang sebesar 54,5.
Pertumbuhan aktivitas bisnis pada Agustus tercatat sebagai pertumbuhan yang terlemah kedua sejak Maret 2022. “Sejumlah perusahaan menyebut mengalami pemesanan lesu, persaingan ketat dan berkurangnya operasional transportasi,” sebut Pranjul Bhandari, Kepala Ekonom India HSBC, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).
Permintaan bisnis baru masih meningkat lebih cepat pada Agustus, didorong oleh permintaan pelanggan yang lebih kuat dan berbagai inisiatif pemasaran. Namun, laju pertumbuhannya masih menjadi yang terlemah kedua dalam hampir empat setengah tahun.
Sejumlah perusahaan menyebut kondisi pasar yang menantang dan minat klien yang lebih rendah terhadap sejumlah layanan sebagai faktor yang membatasi pertumbuhan.
Baca Juga: Survei S&P Global: Otomotif Jadi Motor Pertumbuhan Aktivitas Bisnis Asia di Agustus
Permintaan dari pasar internasional tetap memberikan dukungan. Pesanan ekspor baru meningkat dengan solid dan pada laju yang relatif sama dengan Juli.
Perusahaan yang disurvei melaporkan peningkatan permintaan dari pelanggan di sejumlah pasar, antara lain Australia, Brasil, Kanada, Jepang, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, dan Uni Emirat Arab. Meski demikian, pertumbuhan penjualan ekspor tersebut masih berada di bawah rata-rata selama setahun terakhir.
Di sisi lain, penguatan aktivitas sektor jasa juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja. Lapangan kerja di sektor jasa India kembali meningkat pada awal kuartal fiskal kedua.
Sekitar 11% responden survei melaporkan kenaikan jumlah pekerja. Kenaikan ini disebut sebagai upaya memperkuat layanan pelanggan, penjualan, dan operasional digital.
Laju penciptaan lapangan kerja tercatat kuat dan menjadi yang tertinggi dalam 15 bulan. Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan jasa tetap melakukan perekrutan meskipun pertumbuhan aktivitas dan bisnis baru masih relatif moderat.
Bhandari mengatakan peningkatan tenaga kerja menjadi salah satu perkembangan utama dalam survei Agustus. “Lapangan kerja meningkat pada laju yang cukup kuat, dengan penciptaan lapangan kerja mencapai level tertinggi dalam 15 bulan,” imbuh dia
Baca Juga: Kementerian Keuangan Malaysia Tunjuk Konsultan untuk Kaji Kebutuhan Pendanaan AirAsia
Temuan lain dari survei ini, perusahaan jasa di India melaporkan peningkatan pengeluaran untuk berbagai kebutuhan, termasuk platform digital, listrik, input produksi, tenaga kerja, pemasaran, serta pemenuhan ketentuan regulasi.
Bhandari mengatakan perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya operasional kepada pelanggan, meskipun tekanan harga secara keseluruhan masih relatif terbatas. “Harga yang dibebankan meningkat pada laju tercepat sejak Maret karena perusahaan meneruskan kenaikan biaya operasional yang lebih tinggi,” sebut dia.














