Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan kembali melemah pada hari ini dan diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan kedua karena euforia tentang perdagangan kecerdasan buatan setelah prospek Nvidia Corp. mereda. Di sisi lain, investor tetap berhati-hati menjelang acara Jackson Hole.
Jumat (28/8/2026) pukul 09.45 WIB, indeks acuan KOSPI turun 74,15 poin atau 1,07% menjadi 6.838,22. Dengan posisi ini, indeks KOSPI sudah turun 1% pada minggu ini.
Padahal sebelumnya, bursa saham Korea Selatan mendapat sokongan setelah laporan kinerja kuartal II-2026 Nvidia yang melonjak dengan pendapatan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 96,22 miliar, melampaui perkiraan US$ 92,17 miliar.
Sementara itu, para pejabat Federal Reserve pada hari Kamis menyampaikan kekhawatiran mereka yang berkelanjutan tentang kondisi inflasi AS, saat para bankir sentral berkumpul di Jackson Hole, Wyoming, untuk simposium ekonomi tahunan Kansas City Fed yang sangat dinantikan.
Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (28/8): Berada di Jalur Penurunan Mingguan
Pada sesi ini, won Korea Selatan menguat, sementara imbal hasil obligasi acuan naik.
Di antara saham-saham unggulan indeks, saham produsen chip Samsung Electronics turun 2,26%, dan saham SK Hynix juga melemah 1,45%. Sedangkan saham produsen baterai LG Energy Solution merosot 0,81%.
Saham Hyundai Motor dan perusahaan saudaranya, Kia Corp, masing-masing naik 0,25% dan 0,63%. Produsen baja POSCO Holdings turun 1,62%, dan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 4,74%.
Dari total 909 saham yang diperdagangkan, 382 saham naik, sementara 479 saham turun.
Investor asing melakukan penjualan bersih saham senilai 519,9 miliar won ($377,22 juta).
Won dikutip pada 1.377,4 per dolar di platform penyelesaian domestik, 0,30% lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 1.381,5.
Baca Juga: Harga Emas Bergerak Datar di Pagi Ini (28/8), Jelang Pidato Warsh di Jackson Hole
KOSPI telah naik 62,27% sepanjang tahun ini.
Sedangkan Won telah menguat 4,5% terhadap dolar sepanjang tahun ini.














