Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks saham Nikkei Jepang ditutup melemah pada hari ini, terseret turun oleh saham-saham teknologi setelah para pemimpin perusahaan AI besar menyerukan perlambatan dalam pengembangan teknologi tersebut.
Senin (14/9/2026), indeks acuan Nikkei 225 ditutup melemah 0,81% ke level 63.492,99, setelah sempat anjlok hingga 2%. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas justru menguat 0,74% ke level 4.058,21.
CEO Anthropic, Dario Amodei, pada hari Sabtu mendesak perusahaan-perusahaan AI untuk memperlambat kemajuan kemampuan model mereka; pandangan ini didukung melalui unggahan di media sosial oleh CEO OpenAI Sam Altman, pimpinan xAI Elon Musk, dan Demis Hassabis, kepala divisi DeepMind Google.
Secara terpisah, Altman menyatakan bahwa OpenAI tidak akan melantai di bursa (IPO) pada tahun 2026 karena perusahaan sedang berfokus pada aspek keamanan.
Baca Juga: Kontrol Ekspor Cip Berpotensi Memangkas Investasi AI Global US$ 6 Triliun
"Mengingat kekhawatiran tersebut, prospek pertumbuhan laba bagi saham-saham yang terkait dengan semikonduktor dan pengembangan infrastruktur AI kini diragukan," ujar Wataru Akiyama, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.
"Penurunan pasar saham Jepang ini hampir sepenuhnya dapat dijelaskan oleh penurunan spesifik pada saham-saham terkait AI dan cip."
Pasar juga menyoroti pertemuan bank sentral minggu ini, dengan ekspektasi tinggi akan adanya kenaikan suku bunga baik dari Federal Reserve maupun Bank of Japan. Kekhawatiran geopolitik juga masih membayangi seiring berlanjutnya konflik AS-Iran yang mengganggu pengiriman energi dari kawasan Teluk.
Secara keseluruhan, pergerakan saham dalam indeks Nikkei cenderung positif, dengan 158 saham mengalami kenaikan dan 66 saham mengalami penurunan; namun, bobot besar dari perusahaan-perusahaan teknologi menyeret indeks tersebut ke level yang lebih rendah.
SoftBank Group, investor utama di OpenAI, memimpin penurunan di indeks Nikkei dengan anjlok sebesar 10,72%—penurunan terdalamnya dalam lebih dari dua bulan. Produsen cip Kioxia Holdings menyusul dengan penurunan 6,37%, sementara Resonac Holdings turun 5,98%.
Saham dengan kenaikan persentase terbesar adalah Fujitsu yang naik 7,39%, diikuti oleh NEC (naik 6,90%) dan Recruit Holdings (naik 6,35%).
Saham Chubu Electric Power merosot 3,58% setelah perusahaan utilitas tersebut mengumumkan bahwa presiden dan ketua dewan direksinya akan mundur menyusul penyelidikan terkait pemalsuan data seismik di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir.














