CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

India Sita Aset Xiaomi Senilai US$ 725 Juta Gara-Gara Kasus Pengiriman Uang Ilegal


Minggu, 01 Mei 2022 / 13:19 WIB
India Sita Aset Xiaomi Senilai US$ 725 Juta Gara-Gara Kasus Pengiriman Uang Ilegal
ILUSTRASI. Otoritas India menyita aset Xiaomi senilai US$ 725 juta karena kasus pengiriman uang ilegal.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pemerintah India telah menyita aset senilai US$ 725 juta dari rekening bank lokal Xiaomi Corp China setelah penyelidikan menemukan pembuat ponsel cerdas itu telah melakukan pengiriman uang ilegal ke entitas asing dengan menjadikannya sebagai pembayaran royalti.

Direktorat Penegakan India telah menyelidiki praktik bisnis perusahaan China atas dugaan pelanggaran undang-undang valuta asing India.

Mereka telah menyita aset rekening bank dari Xiaomi Technology India Private Limited setelah menemukan perusahaan telah mengirimkan mata uang asing yang setara dengan 55,5 miliar rupee ke tiga entitas berbasis asing, termasuk satu entitas grup Xiaomi,

"Jumlah yang sangat besar atas nama royalti dikirimkan atas instruksi entitas induk grup China mereka," sebut direktorat tersebut dikutip dari Reuters, Minggu (1/5).

Baca Juga: India Selidiki Praktik Bisnis Xiaomi di Bawah Aturan Valas, Mantan Petinggi Dipanggil

Xiaomi dalam sebuah pernyataan menyebut Xiaomi mematuhi undang-undang India dan percaya pembayaran royalti dan pernyataan ke bank semuanya sah dan benar

"Pembayaran royalti yang dilakukan Xiaomi India ini adalah untuk teknologi dan IP berlisensi yang digunakan dalam produk versi India. Kami berkomitmen bekerja sama dengan otoritas pemerintah untuk mengklarifikasi kesalahpahaman apa pun," tambahnya.

Tindakan otoritas terhadap Xiaomi menandakan pengawasan yang lebih luas terhadap pembuat smartphone China, yang kantornya di India digerebek pada bulan Desember tahun lalu dalam penyelidikan terpisah atas dugaan penggelapan pajak penghasilan.

Direktorat Penegakan India juga meminta perusahaan melaporkan rincian pendanaan asing, kepemilikan saham dan pola pendanaan, laporan keuangan dan informasi dari eksekutif kunci yang menjalankan bisnis.

Xiaomi adalah penjual smartphone terkemuka di India pada tahun 2021, dengan pangsa pasar 24%, menurut data Counterpoint Research. Sementara, Samsung asal Korea Selatan menduduki urutan kedua dengan pangsa 19%.

Banyak perusahaan China telah berjuang keras berbisnis di India pasca ketegangan politik akibat bentrokan perbatasan pada tahun 2020. India telah mengutip masalah keamanan dalam melarang lebih dari 300 aplikasi China sejak saat itu, termasuk yang populer seperti TikTok, dan juga memperketat norma untuk perusahaan China yang berinvestasi di India.

Baca Juga: Penjualan Smartphone Global Anjlok! Turun Kuartal Satu 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×