kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

India Tidak Berniat Membatasi Ekspor Gula Meski Produksi Turun


Selasa, 07 April 2026 / 20:43 WIB
India Tidak Berniat Membatasi Ekspor Gula Meski Produksi Turun
ILUSTRASI. Meskipun produksi gula domestik di India menurun drastis, ekspor tetap stabil. Cari tahu bagaimana keputusan ini mempengaruhi harga global. (KONTAN/Muradi)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. India, produsen gula terbesar kedua di dunia, menegaskan tidak berencana membatasi ekspor gula meskipun produksi domestik diperkirakan lebih rendah dari perkiraan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Pangan India, Sanjeev Chopra, pada Selasa (7/4).

“Tidak ada rencana untuk membatasi ekspor gula,” kata Chopra saat ditanya apakah India akan memberlakukan larangan atau pembatasan ekspor guna mengalihkan pasokan untuk produksi etanol sebagai upaya mengatasi gangguan pasokan minyak mentah akibat perang di Iran.

Ekspor Gula Tetap Stabil

India telah mengizinkan ekspor gula sebesar 1,59 juta ton metrik dengan asumsi bahwa produksi akan melebihi kebutuhan domestik. Namun, tahun ini produksi diproyeksikan berada di bawah konsumsi untuk tahun kedua berturut-turut karena hasil tebu yang menurun di negara bagian penghasil gula terbesar, yakni Maharashtra dan Uttar Pradesh.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Buka Peluang Ekspor Rusia, Stabilitas Harga Jadi Prioritas

Perkiraan ekspor India untuk tahun pemasaran 2025/26, yang berakhir pada September, berkisar antara 750.000 hingga 800.000 ton, menurut Deepak Ballani, Direktur Jenderal Indian Sugar & Bio-energy Manufacturers Association.

Produksi dan Konsumsi Menurun

Produksi gula nasional diperkirakan mencapai 32 juta ton, lebih rendah dibandingkan perkiraan Februari sebesar 32,4 juta ton. Penurunan ini sebagian diimbangi oleh konsumsi domestik yang menurun. Kekurangan tabung gas komersial telah memaksa restoran membatasi operasional selama musim liburan musim panas, sehingga permintaan gula dan minyak nabati menurun.

Pada Maret, konsumsi gula turun sekitar 200.000 ton, dan diperkirakan akan turun dengan jumlah yang serupa pada April, sehingga menurunkan total konsumsi negara tersebut untuk tahun pemasaran 2025/26.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×