kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Induk perusahaan Google catatkan penurunan pendapatan pertama dalam sejarah


Jumat, 31 Juli 2020 / 14:15 WIB
Induk perusahaan Google catatkan penurunan pendapatan pertama dalam sejarah
ILUSTRASI. Kantor Google di Silicon Valley

Sumber: The Verge | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Di akhir kuartal pertama lalu, induk perusahaan Google, yakni Alphabet Inc., telah memperingatkan adanya penurunan pendapatan di kuartal kedua. Kekhawatiran tersebut akhirnya terbukti.

Dikutip dari The Verge, total pendapatan Alphabet di kuartal kedua adalah $38,3 miliar, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi yang ada di angka $37,4 miliar.

Walaupun berhasil melampaui ekspektasi, tetapi pendapatan mereka turun 2% jika dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun lalu.

Penghasilan bersih Alphabet turun menjadi $6,9 miliar dari $9,9 miliar di tahun lalu. Penghasilan dari Google Search juga ikut menurun, menjadi $21,3 miliar dari $23,6 miliar di tahun sebelumnya.

Meskipun secara keseluruhan mengalami penurunan, pendapatan Google cukup terbantu lewat YouTube yang pada periode ini menyumbang pemasukan yang cukup baik.

Baca Juga: Google akan biarkan karyawannya kerja dari rumah sampai 2021

YouTube mencatat kenaikan pendapatan dari iklan menjadi $3,81 miliar, berbanding $3,6 miliar di tahun 2019. Divisi Google Cloud juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan pendapatan dari $2,1 miliar menjadi $3,01 miliar.

Dalam pengumuman pendapatan kuartal kedua ini, CFO Alphabet, Ruth Porat, menegaskan bahwa saat ini perusahaan masih percaya diri untuk menghadapi krisis ekonomi dunia.

"Kami percaya ini terlalu dini untuk mengukur daya tahan perusahaan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian," ungkap Porat seperti dikutip dari The Verge.

Sejalan dengan itu, sang CEO, Sundar Pichai, juga mengungkapkan optimismenya akan ekosistem Alphabet yang akan bisa kembali membaik.

Baca Juga: Maksimalkan penjualan domestik, Huawei akhirnya kalahkan Samsung

Pichai melihat adanya tanda-tanda stabilisasi pendapatan saat banyaknya pengguna yang kembali ke aktivitas komersial online.

"Langganan YouTube dan Google Play menunjukkan tren yang baik di kuartal kedua, dengan unduhan aplikasi dan game naik 35%. Layanan Cloud juga mendapat manfaat dari jumlah orang yang bekerja dari rumah selama pandemi," ungkap Pichai.

Alphabet jadi salah satu dari empat raksasa teknologi AS yang saat ini sedang berada di bawah pengawasan pengadilan atas tuduhan monopoli layanan digital.

Alphabet juga jadi satu-satunya perusahaan yang melaporkan penurunan pendapatan pada kuartal kedua kemarin.



TERBARU

[X]
×