kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Industri gula China melobi pemerintah untuk perpanjangan tarif impor gula


Jumat, 06 September 2019 / 22:48 WIB
Industri gula China melobi pemerintah untuk perpanjangan tarif impor gula
ILUSTRASI. ilustrasi warga China

Sumber: Reuters | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Industri gula China berencana untuk meminta Kementerian Perdagangan negara tersebut untuk memperpanjang tarif impor gula yang diberlakukan Beijing pada tahun 2017. Sumber Reuters menyebut aksi ini dilakukan untuk melindungi sektor domestik China yang tengah kesulitan. 

Rencana untuk meminta perpanjangan tarif dibahas pada pertemuan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Gula China pada hari Kamis.

Baca Juga: Thailand bakal melegalkan layanan berbagi tumpangan pada awal tahun depan

Dalam dokumen pertemuan, disebutkan bahwa langkah-langkah perdagangan Beijing untuk impor gula yang akan berakhir pada 21 Mei 2020 telah memainkan peran yang efektif dalam menjaga kepentingan industri dalam negeri, dan mempromosikan pembangunan sektor yang sehat dan stabil.

Sektor gula dalam negeri China telah berjuang untuk bersaing dengan pesaing asing karena biaya produksi yang lebih tinggi. 

Harga gula putih Cina CSRc1 juga anjlok pada 2018 di tengah surplus pasokan global dan mendorong banyak produsen masuk ke zona merah.

Asosiasi Gula Guangxi, di daerah penghasil gula papan atas China akan mengajukan permohonan perpanjangan tarif atas nama seluruh industri gula domestik.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi bahwa kelompok industri berkonsultasi dengan pengacara dan pakar serta menyusun aplikasi untuk diajukan kepada pemerintah.

Baca Juga: Merger Axiata dan Telenor batal

Tidak jelas kapan asosiasi Guangxi akan menyerahkan rencana ini kepada pemerintah China, karena eksportir gula lainnya terus menekan China untuk menghentikan langkah perdagangan untuk mengekang impor.

“Tindakan pengamanan adalah masalah yang sangat rumit. Aplikasi masih hanya rencana. Tidak mudah untuk memperpanjang kebijakan ini,” kata salah satu sumber.


Tag


TERBARU

Close [X]
×