kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Thailand bakal melegalkan layanan berbagi tumpangan pada awal tahun depan


Jumat, 06 September 2019 / 22:02 WIB
ILUSTRASI. Grab logo


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Kementerian Transportasi Thailand telah menyusun pedoman untuk mengatur perusahaan ride-hailing dan bertujuan untuk melegalkan layanan tersebut pada Maret 2020. 

Seperti dilansir dari Reuters, layanan berbagi tumpangan ada di wilayah abu-abu di Thailand. Dimana polisi secara rutin menghentikan dan mendenda pengemudi karena mereka tidak terdaftar secara resmi.

Baca Juga: Peluncuran layanan baru tertunda, saham Rakuten amblas

Kementerian Transportasi Thailand bilang pedoman tersebut mengharuskan kendaraan pribadi untuk didaftarkan dan dilengkapi dengan sistem GPS. Pengemudi juga memerlukan surat izin pengendara transportasi umum. 

Perusahaan yang memayungi layanan berbagi tumpangan juga harus memverifikasi identitas pengemudi dan mengoperasikan pusat pengaduan 24 jam. 

"Kami harus melihat apa yang mungkin dalam undang-undang untuk memberikan pilihan kepada publik namun tidak meningkatkan persaingan dengan taksi dalam sistem," kata Wakil Sekretaris Kementerian Transportasi Jirut Wisansitr.

Layanan berbagi tumpangan sangat populer di negara berpenduduk 67 juta ini karena terkadang lebih murah dan kecil kemungkinannya untuk menolak order penumpang daripada taksi biasa.

Tetapi layanan ini telah membuat para pengemudi taksi di Thailand kesal.

Baca Juga: Saat lawatan ke Beijing, Merkel: Perang dagang AS-China memengaruhi seluruh dunia

Perubahan yang diusulkan ini muncul setelah Partai Bhumjaithai berkampanye dalam pemilihan tahun ini dengan janji untuk melegalkan layanan berbagi tumpangan.

Partai ini memenangkan kursi yang cukup untuk bergabung dengan pemerintah koalisi dan diberi tanggung jawab untuk pelayanan transportasi.

Beberapa perusahaan yang berbagi tumpangan telah beroperasi di pasar yang tidak diatur di Thailand selama beberapa tahun sekarang.

Grab yang berbasis di Singapura menawarkan berbagi tumpangan untuk mobil dan sepeda motor. Sementara saingannya Get, yang merupakan unit usaha Go-Jek, hanya menawarkan tumpangan ojek.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan Thailand juga mulai berinvestasi dalam start up berbagi tumpangan.

Baca Juga: BP akan menjual lebih banyak minyak mentah Amerika ke Asia




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×