Inflasi Filipina Bulan Mei Capai Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun

Selasa, 07 Juni 2022 | 10:54 WIB Sumber: Reuters
Inflasi Filipina Bulan Mei Capai Rekor Tertinggi dalam 3 Tahun

ILUSTRASI. Inflasi Filipina di bulan Mei 2022 capai 5,4% yoy


KONTAN.CO.ID - MANILA. Inflasi Filipina pada bulan Mei melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Badan Statistik Filipina melaporkan, inflasi bulan Mei 2022 capai 5,4% secara tahunan (yoy).

Realisasi inflasi ini sudah berada jauh dari target pemerintah yang berada di kisaran 2%-4% untuk tahun 2022. Hal ini meningkatkan ekspektasi suku bunga utama kembali naik di akhir bulan ini.

Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) Benjamin Diokno mengatakan, tekanan inflasi kemungkinan akan bertahan setelah tahun 2022. Tetapi dia menekan bahwa kecepatan dan waktu tindakan kebijakan lebih lanjut akan didorong oleh data.

"Keseimbangan risiko terhadap prospek inflasi sekarang condong ke arah atas untuk 2022 dan 2023," katanya dalam sebuah pernyataan setelah rilis data inflasi Mei.

Inflasi bulan Mei 2022 yang capai 5,4% yoy adalah kenaikan kenaikan tercepat sejak November 2018, kata Badan Statistik Filipina, hari ini (7/6).

Baca Juga: LME Digugat US$ 471,3 Juta karena Pembatalan Perdagangan Nikel di Maret 2022

Data tersebut cocok dengan perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters, dan berada dalam kisaran proyeksi BSP yang berada dalam rentang 5,0%-5,8% untuk bulan tersebut.

Sementara itu, inflasi untuk bulan Januari-Mei 2022, rata-rata 4,1%.

"Tekanan harga (kemungkinan) akan bertahan dalam waktu dekat dan akan menjaga BSP pada jalur kenaikan suku bunga," kata Nicholas Mapa, seorang ekonom senior di ING seperti dikutip dari Reuters.

Mapa memproyeksikan kenaikan suku bunga 25 basis poin lagi, dengan kenaikan yang lebih agresif setengah poin persentase juga mungkin terjadi pada pertemuan kebijakan 23 Juni.

Bank sentral menaikkan suku bunga utama untuk pertama kalinya sejak 2018, sebesar 25 bps pada 19 Mei. Ini membuat bank sentral Filipina tersebut bergabung dengan desakan global untuk membendung tekanan inflasi yang semakin intensif.

Baca Juga: Perkuat Bisnis di Filipina, Kalbe Farma (KLBF) Bentuk Perusahaan Patungan

Diokno telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga 25 bps lagi pada pertemuan Juni, meskipun penggantinya percaya tidak ada alasan untuk terburu-buru menaikkan suku bunga dengan inflasi yang didorong terutama oleh biaya impor yang lebih tinggi.

Felipe Medalla, saat ini menjadi anggota Dewan Moneter pembuat kebijakan BSP, akan menggantikan Diokno sebagai kepala bank sentral Filipina, setelah Diokno ditunjuk sebagai sekretaris keuangan dalam pemerintahan Presiden terpilih Ferdinand Marcos.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru