Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - PARIS. Tingkat inflasi Prancis kembali menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan harga di sektor energi akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah jadi salah satu penyebab kenaikan inflasi negeri menara Eiffel ini.
Berdasarkan data final yang dirilis lembaga statistik resmi Prancis Institut National de la Statistique et des Études Économiques (INSEE), Jumat (14/8), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat naik sebesar 2,1% secara tahunan. Realisasi tersebut lebih kencang dibandingkan laju inflasi pada bulan sebelumnya yang berada di level 1,8%.
Akselerasi inflasi tahunan ini utamanya dipicu oleh lonjakan harga di sektor energi dan jasa. Laporan INSEE mencatat, harga energi melambung hingga 12,6% secara tahunan pada Juli 2026.
Rilis INSEE mencatat, kenaikan tersebut lebih tinggi dari kenaikan 11,0% pada Juni. Sementara itu, inflasi di sektor jasa juga terkerek naik menjadi 2,2% dari sebelumnya 1,9%.
Baca Juga: Spanyol Memperpanjang Masa Operasi Pembangkit Listrik Nuklir Almaraz hingga 2030
Di sisi lain, harga bahan pangan mencatatkan sedikit percepatan dengan kenaikan 1,0%, berbanding 0,9% pada bulan sebelumnya. Harga produk tembakau terpantau stabil dengan pertumbuhan 3,3% secara tahunan.
Adapun harga produk manufaktur masih mencatatkan deflasi sebesar 0,7%. Kendati begitu, laju penurunannya melandai dari kontraksi 1,1% yang tercatat pada Juni lalu.
Bila ditelisik secara bulanan, inflasi Prancis pada Juli 2026 naik sebesar 0,6%, sejalan dengan konsensus proyeksi ekonom. Realisasi tersebut berbalik arah dari deflasi 0,3% yang terjadi pada Juni.
INSEE menyoroti bahwa kenaikan harga bulanan ini sangat dipengaruhi oleh faktor musiman, yakni masuknya periode liburan musim panas.
Baca Juga: Data Awal, Ekonomi Uni Eropa Melesat 0,5% Secara Kuartalan di Kuartal II-2026
Tingginya aktivitas liburan membuat harga layanan jasa melesat 1,6% secara bulanan. Kenaikan ini didominasi oleh meroketnya tarif jasa transportasi sebesar 10,9% dan jasa akomodasi penginapan sebesar 12,7% secara bulanan.
Selain sektor jasa, harga energi juga berbalik naik 2,3% secara bulanan. Kenaikan ini didorong oleh menguatnya harga produk minyak bumi, yang naik 2,3% secara bulanan, serta gas yang naik 6,6% secara bulanan.
Meski demikian, tekanan inflasi yang lebih luas pada Juli berhasil diredam oleh periode diskon musim panas. Momentum diskon ini menekan harga produk manufaktur turun 2,0% dibandingkan bulan Juni. Penurunan tertajam terjadi pada produk pakaian dan alas kaki yang harganya anjlok hingga 9,8% secara bulanan.
Sejalan dengan inflasi umum, inflasi inti, yakni inflasi yang tidak memperhitungkan komponen harga energi dan pangan yang bergejolak, ikut merangkak naik menjadi 1,3% secara tahunan, dibandingkan 1,0% pada Juni.
Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Harmonisasi (IPCH) yang menjadi standar pengukuran laju inflasi oleh European Central Bank (ECB) juga tercatat menguat menjadi 2,4% secara tahunan, dari sebelumnya 2,0% pada bulan Juni.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
