kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.161   14,00   0,08%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Inflasi Jasa Jepang Naik 3,7%, Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat


Selasa, 27 Oktober 2026 / 08:04 WIB
Inflasi Jasa Jepang Naik 3,7%, Peluang Kenaikan Suku Bunga BOJ Menguat
ILUSTRASI. JAPAN-ECONOMY/YEN (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Tekanan harga di sektor jasa Jepang semakin meningkat pada September 2026.

Indeks harga produsen jasa atau Services Producer Price Index (SPPI) naik 3,7% secara tahunan (year-on-year/YoY), memperkuat indikasi bahwa Bank of Japan (BOJ) masih berpeluang melanjutkan kenaikan suku bunga acuan.

Mengutip Reuters, Selasa (27/10/2026), kenaikan indeks harga jasa tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 yang telah direvisi menjadi 3,5% YoY.

Baca Juga: Brent Bertahan di Atas US$ 115, Serangan ke Arab Saudi Bayangi Pasokan Minyak

Data yang dirilis BOJ ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur tekanan inflasi di sektor jasa.

SPPI mengukur harga jasa yang dibebankan perusahaan kepada perusahaan lain. Pergerakannya turut menjadi perhatian bank sentral Jepang untuk melihat sejauh mana pelaku usaha meneruskan kenaikan biaya tenaga kerja ke harga jasa.

Kenaikan indeks tersebut mengindikasikan tekanan biaya di sektor jasa masih bertahan. Jika perusahaan terus meneruskan kenaikan biaya tenaga kerja kepada pelanggan, tekanan inflasi berpotensi bertahan lebih lama dan memperkuat alasan bagi BOJ untuk mengetatkan kebijakan moneter.

Baca Juga: Pemilu Israel Jadi Ujian Netanyahu, Perang Iran dan Gaza Bayangi Perebutan Kekuasaan

Meski demikian, BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25% dalam rapat kebijakan moneter selama dua hari yang berakhir pada Jumat (30/10/2026).

Pasar akan mencermati pernyataan BOJ setelah rapat tersebut, terutama petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.

Dengan tekanan harga jasa yang meningkat, bank sentral diperkirakan tetap membuka peluang untuk menaikkan biaya pinjaman apabila perkembangan inflasi mendukung langkah tersebut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×